100 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Sumut, Yakin?

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa jalan milik provinsi di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padang Lawas Utara akan diperbaiki tahun ini. Pernyataan ini disampaikan setelah mantan Wali Kota Medan tersebut meninjau langsung kondisi jalan yang sangat memprihatinkan di dua kabupaten tersebut. Peninjauan dimulai dari Kabupaten Labuhanbatu menuju Kabupaten Paluta dan berakhir di Kabupaten Tapsel, dengan rute lintas Rantauprapat–Sipirok yang ditempuh Bobby sejak Selasa (22/4) pagi hingga Rabu (23/4) malam.

Dikutip dari DetikSumut, kondisi jalan yang dilalui sangat rusak parah. Di sepanjang lebih dari 100 kilometer, terdapat banyak titik berbahaya, mulai dari bebatuan besar yang menghalangi jalan, lubang-lubang dalam yang membahayakan pengendara, hingga tanjakan curam yang sulit dilalui. Jalan berlumpur juga banyak ditemukan, dengan lebar jalan yang hanya bisa dilintasi satu mobil saja.

Selama perjalanan, mobil yang dikendarai Bobby mengalami beberapa kendala. Mobilnya sempat terperosok di berem jalan yang rusak, dan bahkan ban mobilnya pecah saat melintasi jalan di malam hari. Kondisi semakin parah ketika mobil tersebut mengalami kerusakan serius di perbatasan Paluta–Tapsel, sehingga terpaksa ditinggalkan dan perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan lain. Tidak hanya mobil Bobby, sejumlah kendaraan dalam rombongan juga mengalami nasib serupa—banyak yang terperosok dan harus dievakuasi.

Janji Gubernur Bobby Nasution untuk memperbaiki jalan ini menunjukkan komitmen positif terhadap peningkatan infrastruktur. Mengingat kondisi jalan yang sangat rusak dan berbahaya, harapan masyarakat agar perbaikan ini segera terealisasi sangatlah wajar. Jika dilaksanakan dengan baik, proyek ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian daerah. Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa janji ini tidak hanya menjadi sekadar retorika. Masyarakat perlu melihat tindakan nyata yang konkret dan berkelanjutan.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam proses ini. Pemerintah harus memberikan informasi yang jelas mengenai anggaran dan progres perbaikan jalan. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap komitmen yang disampaikan. Selain itu, melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan proyek perbaikan dapat menjadi langkah strategis, sehingga mereka merasa memiliki andil dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya.

Evaluasi secara berkala terhadap progres perbaikan jalan juga sangat penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan bebas dari penyimpangan anggaran. Dampak jangka panjang dari perbaikan jalan yang efektif tidak hanya akan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses yang lebih baik, peluang usaha dan investasi di daerah tersebut akan meningkat.

Dengan langkah-langkah ini, janji Gubernur Bobby Nasution dapat terwujud menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat bukan sekadar janji manis yang terlupakan.

 

 

Penulis M. Hafidz Siregar, Mahasiswa Sumatera Utara

 

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi