Katacyber.com | Banda Aceh – Rivaldi, mahasiswa asal Aceh Selatan, mengutuk keras skandal anggaran makanan Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan. Dengan anggaran Rp 1,6 miliar yang diambil dari APBK, santri justru disuguhi makanan yang busuk dan ditemukan belatung.
“Ini pelecehan terhadap akal sehat masyarakat Aceh Selatan. Uang rakyat yang nilainya miliaran rupiah seharusnya menjamin makanan bergizi dan higienis bagi santri. Bukan makanan kotor penuh belatung yang bahkan tidak layak untuk ternak sekalipun,” tegas Rivaldi.
Ia menyebut kejadian ini bukan sekadar kelalaian, tetapi indikasi buruknya manajemen dan dugaan kuat adanya permainan anggaran. “Kalau sampai ada belatung di makanan dengan anggaran segini, jelas ada yang tidak beres. Ini bukan lagi soal kualitas, tapi soal moral pengelola anggaran,” ujarnya.
Rivaldi mendesak Pemkab Aceh Selatan melakukan audit total, membuka laporan secara transparan kepada publik, serta menindak tegas pihak yang lalai atau menyalahgunakan dana. Ia juga meminta aparat penegak hukum ikut mengusut kasus ini hingga tuntas.
“Jangan sampai masyarakat dibuat bodoh dengan laporan-laporan manis. Uang rakyat harus kembali ke rakyat, bukan jadi bancakan oknum. Pemerintah harus bertanggung jawab penuh, atau kepercayaan publik akan hancur total,” tutupnya.






















































Leave a Review