KataCyber.com – Banda Aceh, Dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Kota Banda Aceh kembali menjadi sorotan publik. Direktur PDAM yang telah menjabat selama 10 tahun dipertanyakan kinerjanya, terutama karena belum adanya perbaikan signifikan dalam pelayanan dan pengelolaan perusahaan tersebut (28/04/2025).
Beberapa pihak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya kecurigaan terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan. “Kami tidak melihat ada perbaikan yang berarti meski anggaran terus dialokasikan. Kami khawatir ada sesuatu yang tidak beres,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masalah mendasar yang terus muncul adalah distribusi air bersih yang belum merata dan kerap terhambat di sejumlah wilayah. Masyarakat mengeluhkan kualitas pelayanan PDAM yang tidak kunjung membaik, bahkan beberapa daerah terpaksa mengandalkan pasokan air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah lama kami menunggu perbaikan, namun hasilnya tidak terlihat. Kami bertanya-tanya ke mana anggaran yang seharusnya digunakan untuk perbaikan itu,” kata seorang warga yang juga enggan disebutkan namanya.
Hingga kini, PDAM Banda Aceh belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. Namun, masyarakat dan sejumlah kalangan meminta pemerintah setempat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM serta mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran yang ada.
Selain itu, desakan juga disampaikan agar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh segera melakukan audit investigatif terhadap keuangan dan pengelolaan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Audit ini dinilai penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas penggunaan anggaran, serta untuk mengungkap potensi penyimpangan yang merugikan keuangan daerah.
“Jika dugaan ini terbukti, kami berharap pihak berwajib dapat menindak tegas agar kepercayaan masyarakat terhadap PDAM tidak hilang,” ungkap salah satu sumber.























































Leave a Review