Katacyber.com | Sinabang – Pemandangan berbeda menghiasi pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang rute Pelabuhan Kolok, Sinabang menuju Pelabuhan Bubon, Meulaboh, Selasa (28/4/2026). Jika biasanya aktivitas ibadah terpusat di ruang sempit, kini para penumpang dapat merasakan sensasi spiritual yang berbeda dengan melaksanakan shalat berjamaah di atas dek atau rooftop kapal.
Inisiatif ini diambil oleh awak kapal (ABK) untuk mengakomodasi tingginya antusiasme penumpang dalam menunaikan ibadah di tengah pelayaran. Petugas dengan sigap menyiapkan area lantai atas kapal menjadi tempat sujud yang representatif, lengkap dengan hamparan sajadah di bawah langit terbuka.
Ustaz Mahyuka, salah seorang penumpang, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Menurutnya, selama ini kapasitas musala di dalam kapal sangat terbatas dan hanya mampu menampung segelintir orang. Hal tersebut sering kali membuat jemaah harus mengantre lama atau kesulitan mendapatkan tempat shalat yang nyaman.
“Inisiatif dari petugas kapal ini sangat luar biasa. Penumpang kini memiliki kesempatan lebih besar untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah tanpa harus berdesakan. Ini adalah pelayanan spiritual yang sangat menyentuh hati,” ujar Ustaz Mahyuka.
Mualim I KMP Teluk Sinabang, Warzaidi, menjelaskan bahwa kegiatan shalat berjamaah di dek terbuka ini sebenarnya telah dimulai sejak sebelum bulan Ramadan lalu. Melihat respons positif dan kenyamanan yang dirasakan penumpang, pihak kapal memutuskan untuk melanjutkan tradisi baik tersebut hingga sekarang.
“Sebelumnya, jemaah memang terbiasa shalat di musala. Namun, karena kapasitasnya tidak mencukupi untuk menampung jemaah yang banyak, kami berinisiatif menambah area shalat di dek atas atau rooftop. Kami ingin memastikan bahwa meski sedang dalam perjalanan jauh, kewajiban ibadah tetap dapat ditunaikan dengan nyaman dan tertib,” jelas Warzaidi saat diwawancarai di atas kapal.
Suasana ibadah di atas dek ini memberikan kesan mendalam bagi para penumpang. Alunan takbir yang berpadu dengan suara deburan ombak dan embusan angin laut menciptakan atmosfer ketenangan tersendiri, menjadikan perjalanan lintas samudra ini tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (*)



























































Leave a Review