Katacyber.com | KELANTAN, MALAYSIA – Nama besar Prof. Adjunct Dr. Marniati, SE., M.Kes., kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Tokoh pengusaha wanita Indonesia asal Aceh ini tampil memukau sebagai pemateri utama dalam Program Jelajah Digitalpreneur yang diselenggarakan oleh Pusat Kecemerlangan Pendidikan Faizuddin (FCoEE) di Kelantan, Malaysia, pada 15–17 Juni 2026. Kehadirannya menjadi magnet utama yang tidak hanya menyedot perhatian peserta, tetapi juga menghadirkan semangat baru dalam pengembangan keusahawanan digital di kawasan Asia Tenggara.
Dalam forum bergengsi tersebut, Prof. Adjunct Dr. Marniati dinilai sukses membangkitkan optimisme peserta melalui gagasan-gagasan strategis terkait kewirausahaan modern. Dengan pengalaman panjang di dunia bisnis, pendidikan, media, hingga industri kecantikan, beliau tampil sebagai figur perempuan inspiratif yang mampu menjembatani antara pola usaha konvensional dengan transformasi ekonomi digital berbasis teknologi masa kini.

Pada sesi pemaparan, Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) ini menekankan bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga dipengaruhi oleh mentalitas tangguh, strategi yang matang, kemampuan membaca peluang, dan konsistensi menjalankan prinsip usaha. Menurutnya, seorang usahawan harus memiliki keberanian dalam mengambil keputusan serta kesiapan menghadapi perubahan yang semakin cepat di era digital.
“Seorang usahawan harus memiliki keberanian, kecerdasan strategi, dan keteguhan dalam prinsip. Tanpa itu, usaha akan mudah goyah di tengah persaingan yang semakin kompleks,” ujar Prof. Marniati di hadapan para peserta yang terdiri dari akademisi, pelaku industri, serta pengusaha muda dari Malaysia dan Indonesia.
Tidak hanya berbicara soal strategi bisnis, Prof. Marniati juga menekankan pentingnya membangun pola pikir kolaboratif dalam pengembangan usaha. Ia menilai banyak pelaku bisnis masih berjalan sendiri tanpa membuka ruang kemitraan yang lebih luas, padahal kolaborasi menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi dan penguatan daya saing usaha di tengah persaingan global.

“Berjalan sendiri mungkin terasa cepat, tetapi bersama akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi membuka peluang memperluas jaringan, memperkuat kapasitas, serta meningkatkan daya saing usaha,” tambahnya dengan penuh semangat, yang disambut antusias para peserta forum.
Program Jelajah Digitalpreneur FCoEE ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting Malaysia, di antaranya Pengerusi Eksekutif FCoEE, Profesor Emeritus Datuk Dr. Kamaruddin Hussin, Puan Halina binti Abd. Wahid, Datin Noridah binti Yangma, Datuk Abang Sallehuddin bin Abg. Shokeran, serta para pakar rujuk bidang kecerdasan buatan (AI), keusahawanan digital, penelitian, dan administrasi. Dari Indonesia, hadir pula Dr. Mutiawati, S.Pd., M.Pd., selaku Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia, yang turut memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Profesor Emeritus Datuk Dr. Kamaruddin Hussin dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Prof. Marniati. Menurutnya, kehadiran sosok perempuan sukses dari Indonesia tersebut menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan perempuan mampu memberikan dampak besar terhadap pembangunan ekonomi, pendidikan, dan penguatan kapasitas generasi muda di era digital.
Selain forum diskusi dan pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan, bengkel intensif, lawatan industri, serta penguatan keterampilan praktis dalam pemasaran digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan pengelolaan usaha berbasis teknologi. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi usahawan baru yang tidak hanya inovatif dan adaptif, tetapi juga memiliki visi global, daya tahan bisnis, serta kesiapan menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan.























































Leave a Review