Komandan Sub Bais TNI Bekali Peserta Kemah Kebangsaan ke-III dengan Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila

Mayor Inf. Rosman Sembiring saat memberikan materi kepada peserta kemah kebangsaan ke-III (Doc/GM)

Katacyber.com | Meulaboh — Suasana penuh semangat tampak mewarnai kegiatan Kemah Kebangsaan ke-III yang berlangsung di Bumi Perkemahan Gampong Peunaga Payah, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (21/9/2025). Ratusan peserta Pramuka dengan antusias menyimak materi yang disampaikan oleh Komandan Sub Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI wilayah Aceh, Mayor Inf. Rosman Sembiring.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 peserta yang berasal dari Pramuka tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, MA, hingga mahasiswa se-Kabupaten Aceh Barat. Dalam penyampaiannya, Mayor Rosman menekankan sejumlah poin penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Mayor Rosman menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan modal utama bagi generasi penerus dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan wawasan yang kuat, para pemuda tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Ia juga menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila bukan hanya sebatas hafalan, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Mayor Rosman turut menguraikan peran dan tugas pokok TNI. TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk bencana alam dan pembangunan nasional.

“TNI ada di tengah rakyat, berasal dari rakyat, dan untuk rakyat. Maka dukungan generasi muda terhadap TNI adalah wujud nyata cinta tanah air,” ujarnya.

Materi kemudian berlanjut dengan pembahasan isu aktual yang dekat dengan kehidupan remaja. Mayor Rosman mengingatkan peserta tentang bahaya judi online yang kini marak menjangkiti pelajar. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak moral dan masa depan generasi muda.

Selain itu, ia juga menyoroti dampak negatif game online jika dimainkan secara berlebihan. Menurutnya, kecanduan game online bukan sekadar masalah kebiasaan, tetapi sudah menyangkut etika karena dapat mengurangi waktu belajar, menurunkan produktivitas, dan melemahkan interaksi sosial.

Sebagai penutup, Mayor Rosman memberikan motivasi agar para peserta Pramuka memiliki kesungguhan dalam meraih cita-cita. Ia menekankan bahwa masa muda adalah kesempatan emas untuk belajar, berdisiplin, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

“Jangan sia-siakan waktu muda. Isi dengan hal-hal yang bermanfaat, berani bermimpi besar, dan terus berjuang untuk menggapai cita-cita,” pesannya yang disambut tepuk tangan peserta.

Sesi pembekalan diakhiri dengan tanya jawab interaktif. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan, mulai dari seputar Pancasila hingga cara menghindari pengaruh negatif di era digital. Suasana penuh antusiasme ini menunjukkan betapa generasi muda Aceh Barat haus akan ilmu dan bimbingan.

Kemah Kebangsaan ke-III yang berlangsung sejak 19 hingga 21 September 2025 ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk memperkuat rasa kebangsaan, meningkatkan disiplin, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi