Katacyber.com | Meulaboh – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Barat Selatan Aceh di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat pada Senin (1/9/2025), berakhir ricuh. Ketidakhadiran Ketua DPRK Aceh Barat diduga menjadi pemicu kemarahan massa.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan berbagai tuntutan terkait isu-isu nasional yang mereka nilai tidak ditangani dengan serius oleh pihak legislatif. Namun, kekecewaan memuncak ketika Ketua DPRK Aceh Barat tidak hadir untuk menemui massa.
Koordinator aksi, Putra Rahmat, menyampaikan bahwa dalam setiap aksi sebelumnya, Ketua DPRK juga tidak pernah hadir. “Kami merasa tidak dihargai. Setiap kali kami datang menyuarakan aspirasi rakyat, Ketua DPRK selalu absen. Ini bukan yang pertama kali,” ujar Rahmat lantang di depan gedung DPRK.
Menanggapi pertanyaan massa, Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Azwir, turun langsung memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa Ketua DPRK sedang berada di Jakarta sejak 23 Agustus 2025.
“Keberangkatan beliau ke Jakarta adalah untuk menemani dan menjaga saudaranya berobat di rumah sakit. Perjalanan itu dilakukan jauh sebelum kami menerima informasi tentang adanya aksi demonstrasi hari ini,” jelas Azwir di hadapan peserta aksi.
Namun, penjelasan tersebut tidak mampu meredam kekecewaan massa. Situasi pun memanas saat para peserta aksi mulai meneriakkan kekecewaan mereka secara lebih keras. Ketegangan meningkat ketika aparat keamanan yang berjaga mulai memaksa massa untuk membubarkan diri.
Dorong-dorongan tak terelakkan antara peserta aksi dan aparat keamanan. Bentrokan kecil sempat terjadi sebelum akhirnya pihak pengamanan berhasil memukul mundur massa. Aksi tersebut pun berakhir dengan pembubaran massa secara paksa.
Saat di konfirmasi Katacyber, Ketua DPRK Aceh Barat, Siti Ramazan, belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadirannya maupun respons atas tuntutan massa.


























































Leave a Review