Katacyber.com | Aceh Barat — Kondisi makam massal korban gempa dan tsunami Aceh 2004 di Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, kini memprihatinkan. Area yang selama ini menjadi lokasi wisata sejarah itu tampak tidak terawat, sehingga jumlah pengunjung pun menurun drastis. Hal ini menjadi sorotan Anggota DPRK Aceh Barat, Fauzi, S.P, saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Jumat (14/11/2025).
Fauzi menilai pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan perawatan dan pembenahan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa makam massal tersebut adalah ikon sejarah yang seharusnya menjadi prioritas, terlebih Aceh Barat sedang menargetkan penghargaan Adipura.
“Jika kita ingin meraih Adipura, setiap ikon daerah harus diperhatikan. Makam tsunami ini memiliki nilai sejarah tinggi dan selama ini menjadi daya tarik wisata. Pemerintah perlu segera mengambil tindakan untuk merawat dan membenahinya,” tegas Fauzi.
Dikatakannya, setiap 26 Desember, lokasi tersebut selalu menjadi pusat peringatan tsunami. Karena itu, pembenahan harus menjadi prioritas agar situs tersebut tetap layak dikunjungi dan tidak kehilangan identitas sejarahnya.
Keuchik Gampong Suak Indrapuri, Syaban Lubis, turut mendampingi kunjungan tersebut dan mengakui bahwa makam massal menjadi pusat kunjungan wisatawan, khususnya pada akhir pekan dan hari libur. Namun kondisinya yang semakin tak terurus membuat warga khawatir situs sejarah itu kehilangan nilai dan fungsi pentingnya.
“Ini ikon sejarah Aceh Barat. Kami sangat berharap upaya pembenahan ini bisa segera direalisasikan. Terima kasih kepada Pak Fauzi yang sudah datang dan mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujar Syaban.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar makam massal tsunami kembali menjadi lokasi bersejarah yang layak dikunjungi serta dapat terus mengingatkan generasi mendatang tentang peristiwa besar yang pernah melanda Aceh. (*)



























































Leave a Review