Katacyber.com | Fakfak – Langkah nyata membangun Indonesia dari kawasan transmigrasi kembali ditunjukkan melalui kehadiran Tim 10 Ekspedisi Patriot Mitra Universitas Padjadjaran (UNPAD) di kawasan Bomberay-Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Selasa (04/08/2026).
Kedatangan tim ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian dan kolaborasi untuk menggali potensi unggulan kawasan, mendorong hilirisasi komoditas, serta memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
Tim yang dipimpin oleh Ir. Cecep Firmansyah, S.Pt., M.P. hadir membawa semangat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat transmigrasi, dan masyarakat lokal. Kehadiran Tim 10 merupakan implementasi dari arah kebijakan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Melalui pendekatan tersebut, kawasan transmigrasi tidak lagi dipandang hanya sebagai wilayah permukiman, tetapi sebagai kawasan strategis yang memiliki sumber daya, komoditas unggulan, serta potensi ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Hilirisasi menjadi salah satu kunci agar hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, maupun potensi lainnya tidak berhenti pada produksi primer, melainkan berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim 10 Ekspedisi Patriot Mitra UNPAD, Ir. Cecep Firmansyah, S.Pt., M.P., mengatakan bahwa ekspedisi ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk melakukan pemetaan potensi kawasan, tetapi juga membangun kolaborasi bersama masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi yang dimiliki Bomberay–Tomage dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Tim 10 berkomitmen menjadi perpanjangan tangan dari semangat dan niat mulia Bapak Menteri Transmigrasi dalam membangun Indonesia dari kawasan transmigrasi,” ujarnya.
Selama berada di Bomberay-Tomage, Tim 10 akan melaksanakan identifikasi potensi wilayah, pendampingan masyarakat, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Seluruh kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat transmigrasi dan masyarakat asli Papua sebagai mitra utama pembangunan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Ekspedisi Patriot, Universitas Padjadjaran bersama Kementerian Transmigrasi menunjukkan bahwa sinergi antara dunia akademik dan pemerintah merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Kawasan transmigrasi diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan inovasi, Tim 10 Ekspedisi Patriot Mitra UNPAD optimistis kehadirannya di Bomberay-Tomage akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari perjalanan besar membangun Indonesia dari timur menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.






















































Leave a Review