Katacyber.com | Meulaboh – Kondisi Krueng Tujoh di kawasan Gampong Ujong Tanoh Darat, Kabupaten Aceh Barat, dikeluhkan masyarakat yang selama ini menggantungkan sebagian perekonomiannya dari hasil sungai.
Salah seorang warga Gampong Ujong Tanoh Darat, Abdul Aziz, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Krueng Tujoh yang menurutnya semakin sulit dimanfaatkan, khususnya ketika hujan turun. Air sungai disebut berubah menjadi keruh dan gelap sehingga warga kesulitan mencari ikan.
“Masalah sungainya sudah terganggu. Kalau hujan, airnya keruh. Untuk memancing pun sudah tidak bisa lagi karena airnya gelap, ikan tidak nampak,” ujar Abdul Aziz kepada Katacyber.com saat di wawancarai, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, Krueng Tujoh selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Berbagai jenis ikan dan udang yang hidup di sungai menjadi bagian dari mata pencaharian warga, terutama saat musim kemarau maupun ketika debit air meningkat.
Ia menyebut sejumlah hasil sungai yang biasa dicari masyarakat antara lain ikan gabus, ikan bujuk (bace) ikan surkan, ikan sungiak, udang, hingga lele yang biasanya lebih mudah ditemukan ketika terjadi banjir.
“Harapan kami atas nama nelayan, kalau bisa sungai ini kembali seperti semula. Itu harapan kami karena ekonomi kami bergantung pada sungai Krueng Tujoh,” katanya.
Abdul Aziz juga menyoroti kondisi aliran sungai yang dinilai semakin terganggu. Ia menyebut material atau limbah yang terbawa ke sungai ketika hujan turut membuat aktivitas masyarakat untuk mencari ikan semakin sulit.
“Kalau sudah begini, kami tidak bisa lagi beraktivitas. Sudah terhalang langsung. Akses kami untuk mencari ikan di sungai ini sudah terputus dikarenakan sungai sudah di timbun dari perusahaan Batubara,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi Krueng Tujoh mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun pihak terkait. Menurutnya, pemulihan sungai bukan hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat Gampong Ujong Tanoh Darat yang selama ini bergantung pada sumber daya sungai.
“Kami ingin sungai ini bisa kembali seperti dulu. Kami bisa mencari ikan dan menggantungkan ekonomi dari sini. Kalau sungai sudah rusak, bagaimana kami mencari penghasilan?” pungkas Abdul Aziz. (GM)
























































Leave a Review