Penulis : Mukhlis Akbar
Hutan dengan sejuta cerita rakyat di dalamnya, kerap terdengar sesekali di telinga kami entah itu nyata ataupun hanya sebuah cerita fiktif belaka. Umumnya sebuah cerita tersebut kerap menjadi ucapan pengingat kepada anak-anak muda yang memasuki hutan agar tidak terlalu ria dan berbuat yang tidak elok di dalam hutan. Berdasaran kepercayaan masyarakat setempat hutan menjadi tempat yang bersih dan di huni oleh penjaga-penjaga yang bersih, adapula tata kerama untuk masuk ke dalamnya.
Dalam ceritanya tak jarang aura mistis itu di berikan gelar kepada satu pohon atau tempat yang dibubuhi dengan nama “keramat” entah itu sebuah upaya dalam menjaga hutan fersi masyarakat terdahulu ataupun memang benar adanya dan semua itu hampir di ceritakan di tempat yang sama. Tradisi yang di lakukan masyarakat adatpun seperti ritual-ritual yang mengarah ke mistik namun berlangsung dari generasi ke generai seperti pesijuk, kenduri bunga kayu dan acara ritual adat lainnya yang di lakukan dan berhubungan dengan hutan, acara tersebut di lakukan pada pada bulan atau tahun-tahun tertentu seperti melakukan berdoa bersama dan dilanjutkan dengan makan-akan bersama sebagai tanda penghormatan.
Kepercayaan masyarakat yang berlangsung secara berlarut-larut ini juga semakin meyakinkan public yang bahwa suatu tempat itu menakutkan, sehingga pendatang tidak melakukan hal-hal secara sembarangan hal ini semakin menguatkan bahwa kejadian atau kepercayaa mereka benar adanya. Hanya saja di setiap daerah pastinya berbeda cara dalam melakukannya dan cendrung hal demikian itu terus di pertahankan dan di wariskan oleh nenek monyang mereka dari generasi ke generasi sehingga mejadi kearifan local wilayah tertentu.
Dari beberapa cerita masyarakat yang sudah berlangsung, semua itu menjadi dan nyata ketika banyak orang yang memasuki hutan dan merasakan hal mistik terjadi kepada mereka di dalam hutan, baik itu pendaki maupun orang yang memang memiiki kegiatan khusus di dalam hutan. Kejadian ini pun pernah di alami langsung oleh penulis sendiri dan tim saat beraktifitas di dalam hutan selama 22 hari dan ini menjadi pengalaman pertama kami sangat mencekam. Kejadian di luar nala itu pun menghampiri kami seperti mengalami hal-hal yang memang mengganggu tampa di sadari membuat bulu roma kami merinding serta mulai timbul rasa takut dan malam terasa sangat Panjang, jika kejadian seperti ini terjadi terjadi kepada pembaca di harapkan jangan terlalu terbawa suasana agar semuanya baik-baik saja anggap sebagai hiburan ketika bosa di hutan dan jangan lupa terus mengingat tuhan.
Kejadian malam itu kami ketika berkumpul pada sebua Kamp di Tengah hutan kami berjumlah delapan orang duduk di dalam ruangan yang sama, melakukan permainan untuk menghibur rasa kebosanan kami, jam sudah menunjukan hampir jam 12 malam yah bekisar jam 11: 40 an angin malam pun mulai menium dan memaksa mata mulai mengantuk secara tiba-tiba kami pun tersentak dengan suara yang terdengar dari pintu belakang kamp yang membuat bulu kuduk merinding dan mata menyala lagi. Ya suara itu terdengar seperti orang mengucap salam ” Assalamualaykum” tersentak ketika itu mulut kami menjawabnya dengan Waalaykum salam.
Suara itu seakkan menjadi penutup perbincangan kami malam itu dan suasana terasa hening dan kami pun Kembali ke kamar masing bermasing lalu istirahat.
Hal serupa juga pernah penulis rasakan dengan tim, namun di lokasi yang berbeda dan orang-orang yang berbeda pula, pada malam itu kejadiannya di jam yang sama, entah apa gerangan yang membuat kami tertidur begitu cepat pada malam itu tidak seperti malam-malam biasanya, bisa jadi karna kami kelelahan beraktifitas di siang hari dan membuat kami tertidur lelap, namum hampir di pertengahan malam kami serentak terbagun dan di kejutkan dengan getaran tampa sebab yang menyebabkan kamp kami bergoyang dan membuat suasana malam itu sangat hening, kami mengira gempa bumi namun esoknya kami pastikan dan benar itu bukan gempa bumi. Selain itu jika suara-suara kusir pun sering kami dengaar seperti orang menagis dan jeritan-jeritan hewan serta suara orang memanggil di tengan malam yang membuat bulu kuduk merinding namun kami tak ambil pusing dan terbawa suasana focus kita harus Kembali mengingat Tuhan yang Maha Esa. ini hanya Sebagian kecil cerita mistik yang ada, banyak cerita-cerita lainnya yang terjadi di luar Aceh dan mungkin sudah diketahui dan dibaca oleh para pembaca.
Tulisan ini bukan bertujuan untuk menakuti-nakuti akan tetapi sebagai bahan edukasi dan cerita-cerita yang mengandung mitos yang memang memberikan pembelajaran kepada anak-anak dan pembaca, bahwa ketika berkegitan itu harus memiliki tata kerama adan aturan-aturan tertentu karena di dalam hutan bukan hanya ada kita namun banyak yang tinggal, baik itu yang terlihat maupun yang tidak terlihat, namun cerita demi kian juga mampu menjaga hutan secara tradisional yang di lakukan orang-orang terdahulu.

























































Leave a Review