Perwakilan Kampus UGM Gelar Ekspedisi Patriot, Asisten II Pemkab Abdya: Sinergi Adalah Kunci Mencapai Hasil Nyata

Katacyber.com | Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menghadiri kegiatan Focus Group Diacusion (FGD) Yang di selenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot Kementri Tranmigrasi dari Perwakilan Kampus Universitas Gadjah Mada Kegiatan tersebut di buka langsung Rahwadi ST, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan di Aula Dinas Bappeda, Selasa (21/01)2025).

Asisten II Pemerintah Kabupaten Abdya Rahwadi ST, Menjelaskan dalam sambutannya bahwa Kegiatan FGD ini merupakan bagian penting dari proses pembangunan lintas sektor di Abdya.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita bersama dalam mengevaluasi dan merancang arah pengembangan kawasan transmigrasi, khususnya di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee. Kawasan ini memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam, lahan pertanian, maupun potensi sosial masyarakatnya, yang bila dikelola dengan baik dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Aceh Barat Daya.” ujar Rahwadi.

Dia menyampaikan, Pemerintah Daerah memandang kawasan transmigrasi bukan sekadar program pemindahan penduduk, tetapi sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

“Kita ingin agar kawasan ini benar-benar hidup, produktif, dan mandiri. Karena itu, pendekatan yang kita lakukan tidak bisa lagi bersifat administratif semata, melainkan harus berbasis potensi unggulan dan karakter wilayah.” katanya.

Selanjutnya, kehadiran para pakar dari Universitas Gadjah Mada melalui Tim Patriot UGM serta dukungan dari Kementerian Transmigrasi RI menjadi langkah strategis untuk memastikan arah pengembangan kawasan ini lebih terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat merupakan kunci untuk mencapai hasil yang nyata” kata Asisten II tersebut.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang unggul. Masyarakat di kawasan transmigrasi harus kita dorong untuk menjadi masyarakat produktif yang memahami teknologi pertanian modern, memiliki akses terhadap pasar, dan mampu mengelola hasil produksi secara mandiri.

“Di sinilah peran penting lembaga pendidikan, penyuluh, dan kelompok tani untuk terus berkolaborasi. Kami berharap, melalui FGD ini akan lahir ide-ide cemerlang yang dapat memperkuat arah pembangunan kawasan transmigrasi di Aceh Barat Daya. Kami terbuka terhadap semua masukan, baik dari akademisi, praktisi, maupun masyarakat, demi keberhasilan program ini” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi