Katacyber.com | Simalungun – Massa yang tergabung dalam PK KNPI Kecamatan Bandar Masilam bersama mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik kelapa sawit milik PT Mekar Jaya Sawit (MJS), yang berada di Nagori Bandar Masilam I, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Senin, (11/05/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap dugaan persoalan lingkungan serta legalitas operasional perusahaan yang dinilai belum transparan kepada masyarakat sekitar.
Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mendesak pihak perusahaan agar membuka dokumen legalitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), izin lingkungan, hingga persetujuan teknis pembuangan limbah cair.
Tak hanya itu, massa juga meminta perusahaan mempublikasikan hasil uji laboratorium limbah cair selama enam bulan terakhir, termasuk parameter BOD, COD, pH, dan TSS guna memastikan limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.
Koordinator aksi, Ramadan S. Manurung, menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pabrik kelapa sawit tersebut.
“Dalam pertemuan hari ini, pihak perusahaan tidak dapat menunjukkan dokumen yang kami minta terkait legalitas IPAL, izin lingkungan, serta dokumen operasional lainnya. Karena itu kami akan melanjutkan aksi ke tingkat yang lebih tinggi, yakni ke Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Simalungun,” tegas Ramadan dalam orasinya.
Selain menyoroti persoalan limbah, massa juga mempertanyakan legalitas operasional perusahaan mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha berbasis OSS, dokumen AMDAL, UKL-UPL, SPPL, hingga izin operasional lainnya.
Sorotan juga diarahkan terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Massa meminta PT MJS lebih transparan dalam penggunaan dana CSR serta memprioritaskan masyarakat sekitar melalui bantuan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi warga lokal.
Di tengah aksi, sejumlah warga mengaku resah dengan keberadaan pabrik tersebut. Mereka khawatir aktivitas perusahaan dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
“Kami sebagai masyarakat merasa tidak nyaman dengan keberadaan PKS PT MJS ini. Karena itu kami siap mengawal persoalan ini sampai tuntas,” ujar salah seorang warga saat aksi berlangsung.
Massa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan menciptakan konflik, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial demi menjaga lingkungan hidup serta memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.
PK KNPI Bandar Masilam juga memperingatkan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila pihak perusahaan maupun pemerintah tidak segera memberikan tanggapan dan tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan.





















































Leave a Review