Katacyber.com | Jakarta – Dilansir dari Beritasatu.com, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memiliki potensi besar untuk menjadi bapak pemberantasan korupsi di Indonesia.
Hal tersebut merupakan hasil penelitian LSI Denny JA pada Maret 2025 dengan menggunakan enam indeks kredibel dunia dalam mengembangkan penilaian tata kelola pemerintahan.
Syaratnya, Prabowo diharapkan mampu meningkatkan indeks tata kelola pemerintahan (GGI) dari angka 53,17 menjadi 70,00. Jika target ini tercapai dalam periode pemerintahannya pada 2025-2029, maka Indonesia berpeluang menjadi negara maju.
“Korupsi bukan sekadar kejahatan ekonomi, tetapi juga ancaman bagi masa depan bangsa. Jika Prabowo ingin dikenang sebagai presiden yang membawa Indonesia ke tingkat negara maju, maka ia juga perlu menjadi pemimpin utama dalam pemberantasan korupsi,” tulis LSI Denny JA dalam risetnya pada siaran pers yang diterima, Rabu (19/3/2025).
Berdasarkan laporan LSI Denny JA, saat ini indeks tata kelola pemerintahan Indonesia masih tertinggal di angka 53,17 dibandingkan dengan Korea Selatan (79,44), Jepang (84,11), dan Singapura (87,23). Tata kelola pemerintahan menjadi pilar utama dalam pembangunan sebuah negara.
“Apabila Indonesia dapat meningkatkan GGI dari 53,17 menjadi 70, maka tata kelola pemerintahan akan semakin bersih, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan periode pemerintahan ini akan dikenang sebagai era reformasi yang sesungguhnya,” pungkas LSI Denny JA.























































Leave a Review