Penulis: Muhammad Zidan Fahmi
Kegiatan KKN kemanusiaan kolaborasi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra (UNSAM) memiliki tiga fokus tujuan yang berdampak langsung pada masyarakat, antara lain penyelenggaraan pendidikan darurat, pembersihan fasilitas umum, serta kegiatan psychosocial trauma healing. Seluruh program kerja KKN kemanusiaan kelompok 3 ini dimulai sejak tanggal 10 Januari sampai dengan 6 Februari 2026, berlokasi di Kampung (Desa) Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana secara cepat dan tepat sasaran.
Bencana yang melanda wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mempengaruhi aktivitas pendidikan anak-anak. Proses belajar mengajar sempat terhenti, beberapa fasilitas belajar mengalami kerusakan, dan sebagian siswa kehilangan suasana belajar yang kondusif. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak di Desa Tanjung Neraca.
Salah satu program yang menjadi prioritas dalam kegiatan tersebut adalah penyelenggaraan bimbingan belajar tambahan bagi anak-anak di Desa Tanjung Neraca. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap kondisi pendidikan pasca bencana yang menyebabkan proses belajar mengajar cukup terganggu. Tidak sedikit siswa yang mengalami ketertinggalan materi, penurunan motivasi belajar, serta keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang memadai. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat menjadi pendamping sekaligus motivator bagi anak-anak dalam mengejar ketertinggalan akademik mereka.

Melalui gerakan bimbingan belajar ini, mahasiswa KKN kemanusiaan berupaya menghadirkan ruang belajar yang seru dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin pada sore atau malam hari dengan menyesuaikan pembagian kelompok berdasarkan jenjang kelas, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Materi yang diberikan meliputi penguatan literasi membaca dengan media buku cerita interaktif, latihan berhitung, pembelajaran dasar bahasa Inggris, serta pendampingan dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan anak-anak. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, kegiatan menggambar, serta penggunaan media pembelajaran sederhana agar anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan. Selain itu, mahasiswa juga menyisipkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, dan rasa percaya diri dalam setiap sesi pembelajaran. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat belajar yang sempat menurun akibat situasi darurat yang mereka alami.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat dari tingginya partisipasi anak-anak setiap harinya. Bahkan, jumlah peserta terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dukungan orang tua dan perangkat desa turut memperkuat keberlangsungan kegiatan, baik dalam bentuk penyediaan tempat belajar maupun dorongan moral kepada anak-anak agar rutin mengikuti bimbingan belajar. Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, masyarakat, dan perangkat desa menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat gotong royong.
Program bimbingan belajar ini tidak hanya membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis mereka. Anak-anak menjadi lebih ceria, berani bertanya, dan kembali memiliki rutinitas belajar yang terstruktur. Kehadiran mahasiswa KKN kelompok 3 desa tanjung neraca juga memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk terus bercita-cita dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
Melalui gerakan ini, diharapkan pemulihan pendidikan di Desa Tanjung Neraca dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Meskipun program KKN memiliki batas waktu pelaksanaan, semangat belajar yang telah tumbuh diharapkan dapat terus dipelihara oleh masyarakat setempat. Gerakan bimbingan belajar ini menjadi bukti bahwa kepedulian, kolaborasi, dan pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun kembali harapan anak-anak pasca bencana menuju masa depan yang lebih baik.























































Leave a Review