Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, SH., MH. Atau yang sering dikenal sebagai “Don” Dasco merupakan seorang politikus dan akademisi Indonesia, selama ini terkenal dengan Loyalitas nya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dasco lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 7 Oktober 1967. Dasco telah menjalani perjalanan panjang dalam karier politik dan akademiknya, yang membuatnya menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia.
Dasco menempuh pendidikan bidang hukum di Universitas Pancasila, di mana ia menyelesaikan gelar sarjana (S1). Kemudian Ia melanjutkan studi pascasarjana (S2) di Universitas Islam Jakarta dan meraih gelar doktor (S3) di Bandung. Pendidikan hukum yang kuat ini menjadi landasan utama bagi Dasco dalam meniti karier di dunia politik dan hukum.
Dalam karier politiknya, Sufmi Dasco Ahmad dikenal dengan dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap Partai Gerindra. Ia menjabat sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra dan juga sebagai Wakil Ketua DPR-RI sejak 2019. Kedekatan dan loyalitas nya kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, turut memperkuat posisinya di partai.
Selain aktivitas politik, Sufmi Dasco Ahmad juga dikenal sebagai seorang akademisi. Pada tahun 2020, ia terpilih menjadi Rektor Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) (2020-sekarang), menunjukkan dedikasinya terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia.
Pada Desember 2022, Dasco dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Pakuan, sebuah pencapaian yang mencerminkan kontribusi dan keahliannya dalam bidang hukum.
Transformasi dari sosok aktivis menjadi politisi nasional
Sufmi dasco politisi Indonesia yang lahir dari rahim aktivisi, semasa kuliah ia aktif di berbagai organisasi, di antaranya yaitu Pelajar Islam Indonesia (PII), Serikat Pengacara Rakyat, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, dan Satuan Relawan Indonesia Raya.
Dengan modal pengalaman panjang di dunia aktivis kemudian menghantarkan ia menjadi salah satu politisi Paling berpengaruh di Indonesia, dari 2014 mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Banten untuk menjadi legislator dari dapil III Banten dengan perolehan 56.323, kepercayaan elektoral tersebut semakin meningkat, terbukti di tahun 2019 dasco dapat memperoleh suara sebanyak 99.002 dan pada tahun 2024 sebanyak 119.692.
Saat ini dasco mendapatkan kepercayaan menjadi ketua harian DPP partai Gerindra, dan menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.
Sang Diplomator Ulung
Dasco sosok politisi yang tidak suka berisik, gaya komunikasi nya tegas,pergerakan nya senyap namun memberikan solusi yang pasti, rekam jejaknya terpampang banyak diberbagai media dalam melakukan diplomasi menyelesaikan berbagai permasalahan baik di internal partai maupun masalah kebangsaan, bisa kita lihat bagaimana polarisasi yang terjadi pasca pilpres di tahun 2019, ketika dunia di guncang pandemi covid 19, Negara ketika itu memerlukan stabilitas politik dan ekonomi agar bisa bertahan melawan pandemi covid 19, dan salah satu tokoh penting yang membuat Gerindra bergabung dengan pemerintahan ketika itu adalah Sufmi dasco, ia juga kemudian bisa menjadi penetralisir gerakan politik di internal partai Gerindra, karna banyak kader yang belum menerima sikap bergabung nya Gerindra ke pemerintahan, dan juga relawan yang sudah berdemo berhari-hari, dasco juga menjadi sosok komunikator penting dari Presiden Prabowo kepada berbagai elit politik lintas partai.
Tak hanya itu, kita bisa melihat bagaimana gaya diplomasi dasco dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kenegaraan seperti masalah pengaktifan kembali pengeceran gas LPG 3 Kg, Ketenagakerjaan, Buruh hingga menyelesaikan polemik yang mengancam sejumlah siswa tidak bisa ikut jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dan terakhir pencabutan IUP oleh pemerintah terhadap 4 perusahaan penambang di raja empat yang menjadi isu nasional, dan pengembalian 4 pulau Aceh yang sebelumnya dimasukkan kedalam wilayah administrasi Sumut oleh Kemendagri.
The Underground
Sufmi Dasco adalah cermin dari politik gaya baru di Indonesia: tidak gemerlap di luar, tapi kuat di dalam. Dalam politik, di mana persepsi bisa menentukan nasib kekuasaan, ia menjadi penjaga irama yang memastikan nada-nada sumbang tidak mengganggu orkestra besar pemerintahan. Dan selama ia memainkan perannya dengan presisi, posisinya akan tetap tak tergantikan—di balik layar, namun dekat dengan pusat keputusan.
Pergerakan bawah tanah dan akar rumput yang dilakukan oleh Dasco selama ini, lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai problem dan dinamika, Kebanyakan politikus mengandalkan panggung besar untuk menyampaikan pesan, namun Dasco kerap bekerja dalam diam. Ia bukan tipe politisi yang gemar mencari sensasi, tapi ketika ia berbicara—melalui konferensi pers singkat, komentar media, atau bahkan cuitan media sosial—resonansi politiknya terasa kuat. Gaya komunikasinya tegas, tak bertele-tele, dan penuh perhitungan. Di saat elite lain terseret wacana populis atau konflik terbuka, Dasco justru memilih strategi diplomasi senyap yang mengandalkan jaringan, loyalitas, dan presisi dalam merespons isu.
Jadi sudah sangat layak jika sosok ‘Don’ Dasco diberikan gelar sebagai Sang Maestro politik Indonesia, senyap,terukur,dan bisa merangkul semua kalangan, merupakan kekuatan Dasco yang tidak dimiliki oleh politisi lainnya.
*Penulis: Muhammad Fadli S.H (Alumni Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe,Aceh)























































Leave a Review