HMI Takengon–Bener Meriah Kecam Mogok Nakes RSUD Datu Beru, Dinilai Sarat Kepentingan Politik

Katacyber.com | Takengon – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon–Bener Meriah mengecam keras aksi mogok kerja tenaga kesehatan di RSUD Datu Beru. HMI menilai gerakan tersebut bukan murni memperjuangkan kesejahteraan, melainkan diduga kuat sebagai sabotase terstruktur yang ditunggangi kepentingan politik internal rumah sakit, Jumat, (24/01/2026).

Ketua Umum HMI Cabang Takengon–Bener Meriah, Afdhalal Gifari, menegaskan bahwa mogok kerja di fasilitas layanan kesehatan merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sumpah profesi, terlebih ketika berdampak langsung pada keselamatan pasien.

“Kami mencium adanya ‘operasi senyap’. Hak tenaga kesehatan dijadikan senjata politik oleh oknum internal untuk menggoyang kursi Direktur. Ini menjijikkan karena nyawa rakyat kecil dijadikan sandera demi ambisi jabatan,” tegas Afdhalal.

HMI menduga terdapat pihak tertentu di lingkaran manajemen yang sengaja memicu kekacauan demi menjatuhkan kredibilitas pimpinan RSUD. Menurut HMI, penahanan pelayanan publik di tengah ketersediaan anggaran merupakan bentuk kesengajaan yang dapat mengarah pada penelantaran pasien.

Dalam pernyataannya, HMI juga menyampaikan ultimatum kepada pihak terkait agar segera menormalkan pelayanan di RSUD Datu Beru. Jika kondisi tersebut terus berlarut, HMI menyatakan siap menggalang massa untuk menuntut evaluasi menyeluruh terhadap birokrasi yang dinilai gagal menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.

“Jangan bermain api dengan nyawa manusia. Jika elit hanya sibuk saling sikut sementara pasien terlantar, HMI memastikan mereka tidak akan pernah duduk tenang di kursi jabatan itu,” tutup Afdhalal.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi