Direktur MTC Ingatkan Warga Waspadai Konsumsi Daging Ternak di Musim Meugang: Hewan Terkontaminasi Limbah Berbahaya

Katacyber.com ǀ Aceh Barat – Melborn Training Center (MTC), mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat Aceh Barat, khususnya warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunong Mata Ie, agar ekstra waspada dalam mengonsumsi daging ternak selama momen Meugang, Rabu (26/02/2025).

Direktur MTC, Maulana Ridwan Raden, mengingatkan masyarakat karena temuan lapangan yang menunjukkan bahwa kawasan TPA tidak memiliki pagar pengaman yang memadai untuk mencegah hewan ternak, termasuk sapi yang memasuki lokasi sampah.

“Kami telah turun langsung ke TPA Gunong Mata Ie dan menemukan fakta yang sangat mengkhawatirkan. Tidak ada penghalang fisik seperti pagar yang mencegah ternak berkeliaran di area penuh sampah ini. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hewan-hewan tersebut terkontaminasi limbah berbahaya, yang kemudian berdampak pada kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat,” ujar Maulana

Dia melanjutkan, konsumsi daging dari ternak yang terpapar sampah berisiko tinggi menyebabkan gangguan kesehatan serius, mulai dari keracunan hingga penyakit kronis. “Meugang adalah momen sakral bagi masyarakat Aceh, tetapi jangan sampai tradisi ini justru menjadi pintu masuk bagi masalah kesehatan akibat kelalaian pengawasan,” tambahnya.

Maulana juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat untuk segera mengambil langkah konkret. “DLH harus bertanggung jawab menyelesaikan masalah ini. Pembangunan pagar di TPA tidak bisa ditunda lagi. Ini darurat kesehatan lingkungan,” tegasnya.

Selain itu, da juga meminta Dinas Peternakan (Dinakertan) Aceh Barat untuk meningkatkan pengawasan kualitas daging yang beredar. “Kami mendesak Dinakertan melakukan inspeksi ketat ke pedagang dan peternak. Pastikan tidak ada daging dari hewan yang terpapar limbah TPA masuk ke meja makan warga,” kata Maulana lagi.

Melalui lembaga, MTC menghimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pihak berwenang, tetapi juga proaktif memastikan asal-usul daging yang dibeli. “Pastikan hewan ternak tidak berasal dari sekitar TPA atau lokasi berisiko tinggi. Kesehatan keluarga harus jadi prioritas,” pesannya.

Selanjutnya, MTC menilai kelambanan penanganan kasus tersebut mencerminkan ketidakseriusan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat.

“Jika pagar belum dibangun hingga Meugang usai, maka ini adalah bentuk pembiaran yang tidak bisa ditoleransi,” terang Maulana.

Terkait hal tersebut, MTC mendesak seluruh pihak terkait untuk segera rapat koordinasi dan mengambil tindakan preventif sebelum kasus ini memakan korban jiwa.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi