Katacyber.com | Meulaboh – Aliansi Masyarakat Peduli Krueng Tujoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mendesak Bupati Aceh Barat Tarmizi mengeluarkan Krueng Tujoh beserta sejumlah anak sungainya dari wilayah peruntukan pertambangan batubara.
Desakan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan dugaan pencemaran Krueng Tujoh yang dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) dan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Dr. Kurdi, bersama sejumlah instansi terkait di ruang rapat Wakil Bupati Aceh Barat.
Perwakilan Aliansi, Abdul Jalil, meminta pemerintah membuka peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh Barat. Dalam pembahasan tersebut, ia menyebut Krueng Tujoh dan sejumlah anak sungainya terlihat masuk dalam zona peruntukan pertambangan batubara.
“Kalau sungai masuk dalam zona pertambangan, tentu menjadi pertanyaan besar bagaimana perlindungan sungai tersebut. Jangan sampai kondisi tata ruang justru membuka ruang terjadinya pencemaran,” ujar Abdul Jalil.
Dikatakannya, Krueng Tujoh merupakan sumber penghidupan masyarakat sekitar, terutama bagi nelayan, petani, pencari kerang sungai dan warga yang menggantungkan pendapatan dari hasil perikanan air tawar. Sungai tersebut juga dinilai sebagai salah satu ikon Kecamatan Meureubo yang harus dijaga keberadaannya.
Ia menegaskan, persoalan Krueng Tujoh tidak cukup hanya diselesaikan dengan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air. Pemerintah juga harus mengevaluasi status kawasan dan aktivitas pertambangan yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
“Kalau ini dibiarkan, ekosistem sungai bisa rusak dan masyarakat kehilangan sumber penghidupan. Karena itu kami mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengeluarkan Krueng Tujoh dari zona tambang,” tegasnya.
Aliansi juga menyoroti Krueng Buloh, Krueng Bale dan Krueng Pucok Laot yang menurut mereka turut masuk dalam zona pertambangan batubara berdasarkan tata ruang yang dibahas dalam rapat tersebut. Mereka meminta pemerintah melakukan kajian dan evaluasi secara terbuka untuk memastikan perlindungan sungai serta keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah hilir. (GM)
























































Leave a Review