Buruh Parkir dan Pedagang Toko di Meulaboh Keluhkan Beban Setoran Berat

Katacyber.com | Meulaboh – Sejumlah penjaga parkir di kawasan Meulaboh, Aceh Barat, mengeluhkan kewajiban setoran harian yang dinilai memberatkan.

Mereka mengaku tetap diminta menyetor uang meskipun tidak dapat bekerja akibat hujan atau sakit.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh beberapa penjaga parkir yang tidak ingin disebutkan namanya demi keamanan pekerjaan mereka.

Salah seorang penjaga parkir menceritakan pengalamannya ketika tidak dapat bekerja karena kondisi hujan.

“Kalau hujan umpamanya kami tidak datang, besoknya tetap diminta Rp10.000. Bahkan jika saya tidak bekerja beberapa hari, tetap harus bayar. Pernah saya sakit tiga hari, tapi total yang diminta tetap Rp30.000,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan ini sangat memberatkan karena pendapatan mereka sebagai penjaga parkir tidak menentu.

Tak hanya itu, penjaga parkir lainnya juga menyampaikan keresahan serupa. Mereka menjelaskan bahwa setiap hari diwajibkan membayar setoran sebesar Rp15.000 kepada pengelola yang mengaku bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.

“Kami sudah bilang, bagaimana kalau kami tidak bisa datang? Tapi mereka hanya menjawab ‘kami tidak mau tahu, kami juga harus setor ke atas.’ Kami minta tolong kepada pemerintah Aceh Barat agar memberikan perhatian,” ujarnya dengan penuh harap.

Kondisi ini semakin sulit ketika musim hujan tiba. Para penjaga parkir sering kali tidak mendapatkan penghasilan sama sekali karena minimnya kendaraan yang parkir.

“Kalau hujan deras, siapa yang mau parkir? Tapi tetap saja diminta setor. Ini sangat tidak adil bagi kami yang hanya pekerja kecil,” tambah penjaga parkir lainnya.

Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih manusiawi, khususnya bagi pekerja harian seperti mereka.

Selain penjaga parkir, keluhan serupa datang dari pedagang kelontong di pasar Meulaboh. Para pedagang mengaku dibebani biaya keamanan sebesar Rp50.000 per bulan dengan dalih menjaga barang dagangan mereka.

Namun, beberapa pedagang justru mengalami kehilangan barang dagangan meskipun sudah membayar iuran tersebut.

“Katanya untuk menjaga keamanan, tapi nyatanya barang kami pernah hilang. Kami jadi merasa biaya ini sia-sia,” ujar salah seorang pedagang.

Para pedagang berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan pembayaran tersebut dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka.

“Kami ini hanya pedagang kecil. Kalau ada biaya yang harus dibayar, seharusnya disertai tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.

Menurut mereka, perlindungan yang lebih baik diperlukan agar usaha mereka tetap berjalan lancar tanpa beban biaya yang tidak wajar.

Melihat kondisi ini, para pekerja parkir dan pedagang kelontong mendesak pemerintah Aceh Barat agar turun tangan dan memberikan solusi yang adil.

Mereka berharap adanya keringanan atau pengecualian dalam kebijakan setoran harian, khususnya saat mereka tidak dapat bekerja karena kondisi yang tidak bisa dihindari.

“Kami hanya mencari nafkah untuk keluarga. Tolonglah bantu kami agar tidak semakin terbebani,” pungkasnya dengan penuh harapan.

 

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi