Katacyber.com | Meulaboh – Masyarakat dan sejumlah tokoh pemuda serta aktivis lingkungan di Kabupaten Aceh Barat membantah dan menolak keras terkait pernyataan kepala dinas lingkungan hidup (DLH) kabupaten Aceh Barat, Bukhari, yang menyatakan bahwa kualitas air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla masih aman dan belum ditemukan indikasi pencemaran.

Hal ini disampaikan salah satu Koordinator Aliansi Masyarakat Penyelamat Kreung Woyla (AMPKW), Dwi Abdullah Ishak, kepada Katacyber di Meulaboh, Selasa (26/8). Dalam keterangannya, Ishak menyatakan bahwa pernyataan tersebut sangatlah tidak tepat secara waktu.
“Saat ini masyarakat tengah aktif menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang di DAS Kreung Woyla, menurut hemat kami, kegiatan tersebut telah merusak kondisi sungai,” tuturnya.
Dikatakannya, kondisi air Kreung Woyla saat ini tampak keruh dan kerusakan tersebut jelas akibat hadirnya aktivitas penambangan yang berlangsung di daerah aliran sungai.
“Memang benar aktivitas penambangan tidak dilakukan menggunakan bahan kimia, namun mereka lansung mengeruk dasar sungai secara masif. Jika yang diukur terkait pencemaran kimia, jelas tidak ditemukan, tetapi kerusakan fisik dan sedimentasi sudah pasti terjadi dan sangat merugikan masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya meminta Kepala DLH Aceh Barat untuk meluruskan maksud pertanyaannya, “Apakah pernyataan tersebut bermaksud memberikan lampu hijau agar aktivitas penambangan di dalam sungai tetap berlangsung selama tidak ada pencemaran bahan kimia? Ataukah ini bentuk pembelaan terhadap perusahaan tambang tertentu yang merupakan masyarakat dan lingkungan?” Tanya Ishak.
Secara terpisah, Kepala DLH Aceh Barat, Bukhari saat dikonfirmasi mengatakan bahwa benar telah dilakukan proses pengetesan air di tahun 2024. Namun hingga taun ini pihak dinas lingkungan hidup kabupaten belum melakukan pengambilan sampel lanjutan.
Dalam keterangannya ia menyampaikan bahwa pihaknya (DLHK) tidak bersedia untuk diekspos terkait kondisi air sungai Krueng Woyla dan Meureubo sebelum dilakukan pengujian laboratorium terlebih dahulu. Ia jug menegaskan bahwa DLHK sudah membantah atas pemberitaan awal terkait uji laboratorium di tahun lalu. (*)
























































Leave a Review