Katacyber.com | Jakarta – Koordinator Masyarakat Wilayah Tengah Aceh-Jabodetabek meminta presiden menetapkan bencana banjir, longsor dan gempa bumi yang melanda Aceh sebagai Bencana Nasional. Pada pukul 09.00 Wib hari ini, Jum’at (28/11/2025). Pengurus dan anggota Aliansi Masyarakat Wilayah Tengah Aceh-Jabodetabek sempat melakukan audiensi ke Kantor BNPB Pusat di daerah Pramuka-Jakarta, berniat untuk mendapatkan informasi terkait bencana di wilayah Aceh terutama wilayah tengah Aceh yaitu Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Sudah tiga hari kita tidak dapat berkomunikasi dengan satupun anggota keluarga di Kabupaten Aceh Tengah, kita hanya melihat informasi di media sosial bahwa kondisi wilayah tengah Aceh dalam kondisi terisolir dan dalam keadaan darurat, ini kenapa kita ke BNPB, dengan harapan ada informasi terkait keluarga kami disini” ucap Mujahid.
Namun Pengurus Masyarakat Wilayah Tengah Aceh-Jabodetabek harus kembali menelan kebinggungan dan kepanikan, menerima fakta bahwa ternyata dua kabupaten yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah berdasarkan update data pata peta Bencana yang dipublikasin oleh BNPB per jam 07.00 Wib hari ini tidak dideteksi sebagai wilayah terkena bencana.
“Jangankan untuk mendapat informasi tentang keluarga kami, ternyata dua Kabupaten yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah bahkan tidak tercantum sebagai wilayah terkena Bencana” Imbuh Jahid.

Karena itu, Aliansi ini meminta presiden segera untuk menetapkan bencana di Aceh sebagai bencana Nasional, Jahid dan seluruh pengurus berharap ketika status bencana Nasional ditetapkan maka proses penyelamatan dapat lebih cepat dilakukan. Melihat kondisi lapangan seperti terisolirnya beberapa titik yang didalamnya masih terdapat penduduk dengan jumlah besar.
Sedikit saja kita terlambat menangani ini, akan sangat berbahaya, yang ditakutkan bukan hanya bencana utama saja, namun bencana susulan seperti keterisoliran, kelaparan, ketersediaan air bersih yang sudah menipis, obat-obatan dan mungkin ada kelompok-kelompok rentan yang sekarang terjebak di pemukiman mereka masing-masing.
“Stok makanan, energi dan kebutuhan lainnya tentu terus menipis, kemarin mungkin masih ada informasi melalui medsos karena masih tersediannya sisa-sisa akses energi (listrik) dan jaringan, tapi per hari ini kita sudah mulai merasakan bahwa informasi bahkan di medsos sudah mulai terbatas.” Tutup jahid






















































Leave a Review