Katacyber.com | Banda Aceh – Aliansi Masyarakat Peduli Banda Aceh (AMPI BNA) kembali menegaskan ketidakpuasannya terhadap kinerja PDAM Tirta Daroy yang dinilai gagal total dalam menjalankan fungsi pelayanan air bersih bagi masyarakat. Konsolidasi yang digelar hari ini merupakan respon atas keresahan mendalam akibat buruknya pengelolaan PDAM selama ini.
Koordinator Lapangan AMPI BNA, Dieni Maulana, menyatakan dengan tegas, “PDAM Tirta Daroy bukan lagi mitra yang memudahkan akses masyarakat terhadap air bersih, melainkan justru menjadi penghambat dan sumber masalah bagi warga.” Rabu, 24 September 2025.
Kekecewaan publik semakin tajam karena permasalahan yang sama terus berulang, tanpa ada langkah perbaikan yang nyata dari manajemen PDAM. “Tidak ada tindakan serius, baik dalam pemasangan instalasi maupun perbaikan layanan, yang mengindikasikan keseriusan PDAM dalam menangani keluhan masyarakat,” tegas Dieni.
Lebih parah, Wali Kota Banda Aceh, Ibuk Illiza Sa’aduddin Djamal, dinilai abai dan tidak memberikan respon yang memadai terhadap krisis ini. Sikap pasif pemerintah kota menimbulkan spekulasi adanya kolusi atau hubungan tidak sehat antara Pemkot dan Direksi PDAM Tirta Daroy.
AMPI BNA bahkan menduga adanya praktik korupsi yang terjadi di bawah kepemimpinan Direktur Tirta Daroy, T. Novrizal Aiyub. Oleh karena itu, AMPI BNA mendesak Wali Kota Banda Aceh untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberhentikan Direktur yang telah gagal membawa perubahan positif di PDAM.
Tuntutan AMPI BNA adalah sebagai berikut:
1. Direktur Utama PDAM Tirta Daroy harus segera menyelesaikan masalah air mati, keruh, dan berbau yang terus dikeluhkan masyarakat.
2. Wali Kota Banda Aceh harus segera mengaudit kinerja PDAM untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas layanan air bersih.
3. Direktur utama yang telah memimpin lebih dari dua periode harus segera mundur karena telah gagal menangani persoalan yang berulang ini.
AMPI BNA memberi ultimatum waktu empat hari bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menindaklanjuti tuntutan ini. Jika tidak ada respons nyata, mereka akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di jalan pada Selasa, 30 September 2025.























































Leave a Review