Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi, Tujuh Tuntutan Menggema di Hari Tani Nasional 2025

Katacyber.com | Meulaboh – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) di Aceh Barat diwarnai aksi demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Petani di simpang pelor, depan gedung DPRK Aceh Barat, Rabu (24/9/025). Aksi ini mengusung semangat perjuangan agraria sekaligus mendesak negara untuk serius menuntaskan konflik tanah yang kian mencekik petani.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti ketimpangan penguasaan lahan, maraknya perampasan ruang hidup, serta lemahnya perlindungan terhadap tanah adat. Mereka menilai komitmen pemerintah menjalankan reforma agraria sejati hanya sebatas retorika.

“Dari tahun ke tahun, konflik agraria tak kunjung terselesaikan. Negara justru memberi karpet merah kepada korporasi lewat Proyek Strategis Nasional, sementara rakyat kecil semakin terpinggirkan,” tegas Koordinator Aksi, Malik Aulia Rahman.

Malik menambahkan, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional justru mencederai profesionalisme militer sekaligus merugikan petani kecil. “Dwifungsi TNI yang kembali mencuat bukan solusi. Itu melanggar prinsip negara hukum dan demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan negara agar menegakkan cita-cita Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang hingga kini masih jauh dari implementasi.

“Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Namun hari ini mereka justru masih dipinggirkan. Negara wajib hadir menyelesaikan konflik agraria, melindungi masyarakat adat, dan mewujudkan reforma agraria sejati demi kedaulatan pangan serta kesejahteraan rakyat,” tegas Malik.

Tujuh Tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Petani:

1. Selesaikan konflik agraria yang menimpa petani di seluruh Indonesia.

2. Jadikan hutan negara sebagai objek TORA (Tanah Objek Reforma Agraria), termasuk penertiban kawasan hutan (PKH) oleh Satgas PKH.

3. Revisi Perpres Percepatan Reforma Agraria No. 62 Tahun 2023 untuk memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat desa.

4. Sahkan RUU Masyarakat Adat demi penguatan hak-hak masyarakat adat.

5. Cabut UU Cipta Kerja yang memperparah ketimpangan agraria.

6. Tolak keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan nasional.

7. Sejahterakan hidup petani dengan menghentikan ketergantungan impor serta menyediakan lahan dan fasilitas pendukung yang layak.

Aliansi Mahasiswa Peduli Petani menegaskan, perjuangan mereka tidak berhenti pada peringatan HTN 2025 ini. “Selama petani masih ditindas, mahasiswa bersama rakyat akan terus bersuara. Ini bukan hanya soal petani, tapi soal masa depan bangsa,” tutup Malik.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi