Katacyber.com | NTT – Perkumpulan Mahasiswa Basodara NTT menilai polemik terkait video Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang terlihat menggunakan handphone saat mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Kabupaten Kupang dan Rote Ndao bukanlah hal utama yang perlu diperdebatkan.
Perdebatan soal apakah Gubernur sedang bermain handphone, mencatat aspirasi masyarakat, atau melakukan koordinasi tertentu tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab publik juga tidak mengetahui secara pasti apa yang sedang dilakukan saat itu.
Namun di balik polemik tersebut, ada persoalan yang jauh lebih penting, yakni perhatian pemerintah terhadap masyarakat Amfoang yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa perhatian terhadap Amfoang seolah baru terlihat ketika Wakil Presiden turun langsung ke lapangan.
Padahal masyarakat Amfoang sudah lama menghadapi persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, jaringan telekomunikasi, hingga kondisi ekonomi masyarakat perbatasan.
PMB NTT menilai kepemimpinan daerah tidak seharusnya hadir hanya saat ada kunjungan pejabat pusat atau ketika suatu wilayah sedang menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah harus menjadikan wilayah tertinggal sebagai prioritas pembangunan secara konsisten.
Ketua Umum PMB NTT, Vicky Langkola, menegaskan bahwa masyarakat Amfoang membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar polemik di media sosial.
“Daerah perbatasan seperti Amfoang tidak boleh hanya diperhatikan saat pejabat pusat datang. Masyarakat membutuhkan pembangunan yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar klarifikasi atau pencitraan politik,” tegas Vicky Langkola.
Ia juga menilai kunjungan Wakil Presiden harus menjadi momentum evaluasi bagi Pemerintah Provinsi NTT agar lebih serius memperhatikan wilayah terpencil dan perbatasan.
“Masyarakat Amfoang sudah terlalu lama hidup dalam keterbatasan. Persoalan jalan, kesehatan, pendidikan, dan jaringan komunikasi bukan masalah baru. Pemerintah harus hadir sebelum ada sorotan nasional,” lanjutnya.
PMB NTT berharap kunjungan Wakil Presiden ke Amfoang tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal lahirnya kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kepemimpinan tidak diuji dari seberapa cepat memberi klarifikasi, tetapi dari seberapa besar keberpihakan kepada rakyat.”























































Leave a Review