Katacyber.com | Lampung Selatan – Aliansi Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Lampung Selatan secara resmi meminta Bupati Egi Saiful membuka ruang dialog terbuka dengan mahasiswa guna membedah secara akademis tujuh tuntutan rakyat yang dikenal sebagai “Pitu Tuntutan”, Senin (23/02/2026).
Permintaan tersebut disampaikan usai aksi damai mahasiswa dalam momentum evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Lampung Selatan. Aksi diikuti berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik terhadap arah pembangunan daerah.
Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati karena yang bersangkutan tengah menghadiri agenda di kementerian RI. Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa substansi perjuangan bukan semata pertemuan, melainkan memastikan adanya komitmen dialog yang serius, terbuka, dan terukur.
Koordinator Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan menyampaikan bahwa “Pitu Tuntutan” bukan bentuk oposisi politik, melainkan refleksi akademik atas satu tahun jalannya pemerintahan. Mahasiswa menilai forum dialog terbuka penting agar kebijakan pemerintah daerah dapat dikaji secara objektif, berbasis data, serta argumentasi ilmiah.
Adapun pokok tuntutan tersebut mencakup evaluasi kebijakan pembangunan daerah, prioritas tenaga kerja lokal, penguatan sektor pendidikan dan kualitas SDM, transparansi pengelolaan anggaran serta potensi daerah, optimalisasi sektor pariwisata berbasis masyarakat, hingga komitmen terhadap pemerintahan yang inklusif dan partisipatif.
Mahasiswa menilai dialog terbuka diperlukan guna mencegah miskomunikasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan, penyampaian data, serta klarifikasi atas kebijakan strategis yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
“Sebagai kaum intelektual, kami ingin membedah persoalan secara ilmiah. Kami ingin duduk bersama, menyampaikan data dan analisis, serta mendengar langsung penjelasan Bupati. Ini demi Lampung Selatan yang lebih baik,” ujar perwakilan mahasiswa.
Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Lampung Selatan berharap pemerintah kabupaten dapat segera menjadwalkan dialog terbuka dalam waktu 2×24 jam dengan melibatkan seluruh unsur mahasiswa.
Mahasiswa juga menegaskan komitmennya untuk tetap mengedepankan jalur konstitusional, dialogis, dan akademis dalam mengawal kebijakan publik, serta memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai prinsip transparansi, keadilan, dan keberpihakan kepada masyarakat.























































Leave a Review