Waka Komisi B DPRD Jatim: MBG Bukan Beban Negara, Tapi Investasi Masa Depan Anak Bangsa

Katacyber.com | Malang – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, H. Chusni Mubarok, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukanlah beban negara, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul. Ia menyebut, MBG adalah kebijakan visioner yang berorientasi pada masa depan anak bangsa dan kesejahteraan sosial. Selasa, (11/11/2025).

Menurut Chusni, MBG tidak semata bantuan sosial, tetapi langkah nyata dalam menghadapi persoalan gizi buruk dan stunting yang selama ini menghambat kualitas generasi muda Indonesia. “MBG adalah visi dari Presiden Prabowo untuk menghadapi tantangan terhadap gizi buruk dan stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pendekatan inklusif, menyasar kelompok rentan seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuan utamanya ialah memperbaiki kualitas gizi sebagai fondasi untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Terkait perdebatan mengenai besarnya anggaran yang mencapai puluhan triliun rupiah, Chusni menegaskan bahwa dana MBG bukan berasal dari penambahan beban baru bagi keuangan negara, melainkan dari efisiensi fiskal.

“Presiden melakukan efisiensi dengan mengalihkan penggunaan anggaran dari kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat, seperti perjalanan dinas dan seremonial, ke program-program yang manfaatnya nyata dirasakan rakyat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi mikro di berbagai daerah. Program ini, kata dia, menciptakan multiplier effect yang signifikan dengan memberdayakan UMKM, sektor pertanian, serta membuka lapangan kerja baru.

Namun, Chusni mengakui adanya tantangan logistik di sejumlah wilayah dengan kondisi geografis sulit, terutama daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). “Kita punya daerah-daerah yang aksesnya cukup sulit. Ini sedang diformulasikan agar kendala geografis tidak menghalangi keberhasilan program ini,” ujarnya.

Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Timur diharapkan menjadi contoh pelaksanaan program MBG yang efektif. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong antara pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, legislatif, dan aparat keamanan seperti TNI-Polri dalam memastikan standar kesehatan dan nutrisi tetap terpenuhi di seluruh daerah.

“Ini proyek jangka panjang. Kita bicara tentang masa depan bangsa. MBG adalah cahaya baru yang memberi semangat dan harapan bagi kita semua untuk bersama-sama mensukseskan program pro-rakyat Presiden Prabowo,” pungkasnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi