Katacyber.com ǀ Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem terus disorot karena keinginannya untuk menghapus penggunaan barcode di seluruh SPBU di Aceh, dia beralasan karena ingin mensejahterakan masyarakat Aceh.
Yang perlu digarisbawahi adalah, karena sesuai dengan sumpah tadi, kami ingin mensejahterakan rakyat, menyenangkan rakyat, bukan menyusahkan rakyat.” kata Mualem setelah dilantik sebagai Gubernur Aceh, Rabu (12/02/2025).
Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menanggapi keinginan Mualem tersebut secara jelas dengan mempertanyakan kembali terkait langkah dan solusi dari Mualem sebagai Gubernur Aceh.
“Itu nanti distribusinya bagaimana?” ujar Yuliot pada Jumat, 14 Februari 2025
Yoliot melanjutkan, terkait penghapusan dan pemberlakuan barkode di SBPU tersebut memiliki landasan hukum yang jelas.
“Aturan pembelian BBM bersubsidi masih merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran BBM. “Ini masih dalam tahap persiapan,” ujarnya lagi.
Hingga saat ini, masyarat Aceh kembali mempertanyakan soal kekuatan politik Gubernur Aceh Mualem. Masyarakat beranggapan hal tersebut merupakan sebuah ujian awal bagi Mualem. Sehingga, ini ujian awal bagi Mualem terkait apakah Mualem membanggakan atau hanya sekedar terperosok ke dalam blunder pertama setelah dilantik sebagai Gubernur Aceh Periode 2025 – 2030.
Terhitung sejak pelantikan Gubernur Aceh Mualem (12/02/2025) hingga kini (17/02/2025), keinginan Mualem menghapus barkode tersebut masih belum ada kejelasan.


























































Leave a Review