Oleh: Aulia Halsa, S.H
Muda adalah kekuatan, mungkin sebuah ungkapan yang sering kita dengar dan menjadi sebuah kata yang akan menaikan mental bagi pendengar nya. Bagaimana tidak? Dalam perjalanan bangsa, ada dedikasi anak muda di dalamnya. Mungkin kita ingat di tahun 1928, anak muda maluku, anak muda sumatera, ende, hingga sulawesi bersatu di forum dengan semangat, itu lahir sebuah pergerakan yang kita kenal dengan nama sumpah pemuda.
Mereka berucap dengan lantang Pertama, Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia. Kedua, Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Bergeser kepada pada awal kemerdekaan, di saat anak muda dengan pergerakan tanpa kompromi menculik soekarno agar mempercepat proses proklamasi. Banyak tokoh tokoh muda yang lahir di zaman awal kemerdekaan, sebut saja soe hok gie aktivis pergerakan 2 zaman dari masa soekarno hingga soeharto. Pemuda keturunan tionghoa ini tertulis dalam catatan emas perjalan anak muda di negeri ini.
Bergeser di tahun 98 ketika kondisi negeri ini porak poranda, di saat ekonomi yang tak menentu, di tambah kondisi elit yang mempertontonkan sebuah budaya korupsi, kolusi, dan nepotisme yang tak terbendung. Lahirlah sebuah gerakan yang di inisiasikan oleh mahasiswa dan pemuda pada saat itu bernama “reformasi”, yang mematikan budaya otoriterisme, yang berkumpul dan berserikat selalu diawasi dan petrus (penembakan misterius), menjadi hakim agung dalam beberapa rangkaian yang membuat negara terusik.
Kondisi zaman memang sudah berubah, mungkin perjuangan para pendahulu di medan laga pertempuran mulai tergeser dengan gaya baru. Tapi semangat dengan anak muda penimbun dedikasi, banyak anak muda yang ikut andil dalam menentukan kebijakan yaitu terjun ke dunia politik. Rasa yang cocok dan memang sudah saatnya anak muda terjun ke dunia yang menentukan hajat orang banyak, dari tangan merekalah kebijakan demi kebijakan program demi program itu lahir. Kita lihat saja DPR RI periode 2024-2029 yang baru saja dilantik, ada 3 anggota DPR RI di bawah usia 25 tahun yang menjadi contoh bagi kita semuanya. Untuk tetap dengan sprit anak muda berbuat hal yang positif buat negeri ini di akhir tulisan ini penulis ingin menyelipkan puisi tentang hari sumpah pemuda, berikut adalah puisinya:
Memaknai Sumpah Pemuda
28 Oktober 1928 ucapan persatuan,
yang kian ucapkan sebagai pengikat dari barat ke timur dan utara ke selatan,
Bahwa ego daerah bukan jalan untuk memperoleh kemerdekaan,
Maka di ikat dengan dengan tumpah darah sebagai alas pergerakan,
Pandangan bangsa di selaraskan dengan bhineka,
yang di tunggal kan sebagai jembatan untuk penyatuan berbagai perbedaan,
Ketika Jong dari berbagai latar belakang larut dalam persatuan,
Penggolongan tua dan muda bukan mengejar dominasi ataupun legitimasi,
Sebab ranah etis perlu di kesamping kan,
Kita mengejar keadilan dan kemaslahatan,
Pergerakan kaum muda adalah spirit provokatif kepekaan dan perjuangan,
Ketika golongan tua sibuk berpikir,
pemuda menculik Soekarno dan Hatta hingga terjadi proklamasi,
Jika ranah etis dipertahankan mungkin tak terjadi 17 Agustus yang di cita-cita kan,
Sejarah bangsa Indonesia tak terlepas dari spirit perjuangan,
Dan peran kaum muda penimbunan dedikasi,
Termasuk tak mau berkompromi dan demostrasi, kian di gerakkan yang di dalamnya terdapat kepentingan khalayak yang wajib di perjuangkan,
Pemuda ialah penerus dedikasi kaum muda yang menua,
Bukan di hakimi dengan ucapan anak kemarin sore,
Sebab boleh jadi pergerakan kaum muda hari ini, Adalah implementasi dari gagasan perjuangan kaum tua yang tertunda,
Biarkan kaum muda berkarya di iringi nasihat kontrol dari golongan tua,
Sinergitas tua muda hendaknya di wujudkan sebagai jalan untuk membangun bangsa,
Mari bangkit lah pemuda pemudi Indonesia.
Selasa, 29 Oktober 2024.
Karya: Aulia Halsa






















































Leave a Review