Katacyber.com Ι Banda Aceh — Muzakir Manaf dan Fadhlullah akan resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, atas nama Presiden RI. Pelantikan yang berlangsung Rabu (12/2/2025) ini menandai era baru bagi kepemimpinan di Aceh.
Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan signifikan bagi Aceh, terutama dalam menjaga perdamaian yang telah berusia 20 tahun sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Sekretaris PW ISNU Aceh, Dr Rahmad Syah Putra, menegaskan bahwa visi gubernur baru untuk mengimplementasikan kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan UUPA harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata.
“Kami berharap pemerintahan baru tidak hanya fokus pada stabilitas politik, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan ekonomi, sosial, dan pendidikan yang berkelanjutan,” kata Rahmad dalam keterangannya, Selasa (11/2).
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga prinsip “tiga ujung” dalam kepemimpinan, yakni ujung lidah, ujung pisau, dan ujung kemaluan. Menurutnya, ujung lidah melambangkan komunikasi yang bijak dan tidak menebar kebencian, ujung pisau sebagai simbol keberanian dalam menegakkan keadilan tanpa kekerasan, serta ujung kemaluan sebagai pengingat untuk menjaga moralitas dan kehormatan dalam menjalankan amanah.
“Ketiga prinsip ini harus dijaga oleh pemimpin agar pemerintahan berjalan dengan baik, bermartabat, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, PW ISNU Aceh berharap Aceh dapat semakin maju, damai, dan sejahtera sesuai dengan cita-cita perdamaian yang telah diperjuangkan selama dua dekade terakhir.



























































Leave a Review