HMI Banda Aceh Gelar Aksi Penolakan Revisi UU TNI, DPR Aceh Enggan Temui Massa

Katacyber.com ǀ Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banda Aceh gelar unjuk rasa tolak Revisi UU TNI depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Kamis (20/3/205). Dalam aksi tersebut, massa aksi tidak mendapatkan respons apapun dari perwakilan DPRA.

Maulana Iqbal, salah satu kader HMI yang turut serta dalam aksi tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap DPRA yang enggan menemui massa dengan alasan di luar jam kerja.

“Kami adalah rakyat yang datang untuk menyampaikan aspirasi, tapi justru diabaikan oleh wakil rakyat sendiri. Masak, tidak ada satu pun anggota DPRA yang mau menemui kami?” ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, sikap DPRA ini menunjukkan bahwa lembaga legislatif yang seharusnya menjadi representasi rakyat justru mengabaikan suara mereka.

“Sekarang DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat, tapi lebih cocok disebut Dewan Pengkhianat Rakyat,” tegasnya.

Dalam aksinya, Iqbal juga menyerukan kepada masyarakat dan mahasiswa agar terus bersuara lantang dalam menolak Revisi UU TNI yang dinilai berbahaya bagi supremasi sipil di Indonesia.

“Jangan diam! Revisi UU TNI membuka celah kembalinya militer dalam jabatan sipil, yang bertentangan dengan semangat reformasi. Kita harus menolak dengan tegas!” pungkasnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi