Katacyber.com | Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat penanganan infrastruktur di wilayah pedalaman yang terdampak bencana banjir pada November 2025. Perbaikan jalan dan pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap guna membuka kembali akses transportasi masyarakat di jalur Pulo Tengoh, Jambak hingga Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan bencana banjir yang terjadi akhir tahun lalu menyebabkan lima titik ruas jalan mengalami kerusakan berat hingga putus total. Kerusakan tersebut meliputi satu titik di kawasan Pulo Tengoh dan empat titik di ruas Jalan Jambak–Sikundo.
“Awalnya jalan ini putus total dan sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, berkat respons cepat Pemerintah Daerah yang dibantu TNI, Polri, serta swadaya masyarakat, khususnya Koperasi Gunung Hijau, jalur darurat sudah berhasil dibuka sejak awal tahun 2026,” ujar Beni Hardi saat ditemui, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, pemerintah terus menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan akses transportasi yang lebih aman dan layak. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, sejumlah paket pekerjaan strategis tetap dijalankan untuk mengatasi kerusakan infrastruktur sekaligus mengantisipasi potensi jalan kembali terputus akibat erosi sungai.
Salah satu pekerjaan yang sedang berlangsung adalah relokasi jalan di belakang Kantor Keuchik Jambak. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp370 juta tersebut saat ini telah memasuki tahap pembentukan badan jalan, sementara proses penimbunan telah mencapai sekitar 200 hingga 300 meter. Pemerintah menargetkan akses tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat pada awal September 2026.
Selain itu, relokasi jalan juga dilakukan di kawasan Alue Keube yang menjadi titik kerusakan paling parah. Pada lokasi tersebut, pemerintah membuka jalur baru sepanjang lebih dari satu kilometer dengan memotong lereng perbukitan. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembentukan badan jalan serta pemasangan sejumlah box culvert untuk mendukung sistem drainase.
Di sisi lain, peningkatan kualitas jalan juga telah dilakukan melalui pengaspalan sepanjang 200 meter pada ruas Pulo Tengoh–Jambak yang dibiayai menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
Tidak hanya memperbaiki jalan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga membangun jembatan gantung sepanjang 80 meter di Gampong Sikundo. Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polres Aceh Barat guna memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terputus akibat banjir.
Sebagai upaya melindungi badan jalan dari ancaman abrasi dan erosi sungai, pemerintah turut membangun bronjong pengaman di tiga titik rawan. Salah satu lokasi yang saat ini sedang dikerjakan berada di wilayah Jambak dengan dukungan pendanaan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.
Selain itu, perbaikan box culvert darurat di ruas Jalan Jambak–Sikundo juga tengah berlangsung dengan alokasi anggaran sekitar Rp300 juta sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran akses transportasi masyarakat.
Beni Hardi menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan hak masyarakat Sikundo dan wilayah sekitarnya untuk mendapatkan akses jalan dan transportasi yang layak. Penanganan ini dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya. (GM)

























































Leave a Review