Katacyber.com | Kutacane – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FKIP Universitas Gunung Leuser (UGL) Cabang Kutacena menyelenggarakan kegiatan nonton bareng sambil diskusi (NOSADIS) pada 18 Februari 2025. Kegiatan tersebut bermaksud ingin meningkatkan spirit perjuangan HMI di internal dengan pendekatan reflektif-diskursus film Lafran Pane.
Saat dihubungi, Ketua Umum HMI Komisariat FKIP-UGL Ardiansyah menyatakan kegiatan tersebut sengaja diadakan karena ingin menumbuhkan kesadaran kader HMI se-Kutacane agar jangan larut dengan fenomena pembodohan yang mengatasnamakan pendidikan.
“Kita pahami bersama, di era Indoensia gelap ini, termasuk di daerah Aceh Tenggara yang gejala pembodohan berkedok pendidikan semakin massif. Buktinya, mahasiwa tidak merdeka untuk mengasah penalaran, cakrawala, hingga kesempatan untuk menjadi pemimpin di laboratorium lembaga pendidikan juga tak dapat diambil peran oleh mahasiswa,” kata Ardi
Film yang diproduksi pada tahun 2024 tersebut masih menjadi bagian inspirasi bagi kader HMI, terutama dengan filsafat lillahita’ala yang diterapkan Lafran Pane saat ber-HMI.
Lanjut Ardi, dari berbagai fase perjuangan yang disampaikan dapat mengingatkan semua kader yang praktik HMI saat ini terasa seperti makin bertolak belakang dari nilai perjuangan HMI sesuai yang digariskan Pahlawan Nasional Lafran Pane.
“Berkaca dari film ini, terdapat pesan moral bagi kita semua kader HMI adalah betapa jauhnya sudah kita melenceng dari prinsip dan garis perjuangan yang telah diperjuangkan oleh Lafran Pane. Kita kader seharusnya menjadi motor penggerak pembebasan dari segala bentuk penjajahan dan pembodohan, tapi kenyataan kenapa kader kita semakin hari tampak makin bodoh saja,” tutup Ardi dengan pertanyaan reflektifnya


























































Leave a Review