Magdalaina, Perempuan dari Sabang di Forum Pimpinan DPRD Nasional

Katacyber.com | Sabang – Ketua DPRK Kota Sabang, Magdalaina, menjadi bagian dari ratusan pimpinan DPRD se-Indonesia yang mengikuti Retreat Nasional Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, sejak 15 April 2026.

Kegiatan yang digelar Lemhanas RI tersebut diikuti sekitar 440 pimpinan DPRD. Dari jumlah itu, hanya sekitar 60 peserta perempuan, menjadikan Magdalaina sebagai salah satu dari sedikit perempuan dalam forum strategis tingkat nasional tersebut.

Di tengah dominasi peserta laki-laki, kehadiran Magdalaina tidak hanya bersifat representatif, tetapi juga menunjukkan peran perempuan dalam ruang-ruang pengambilan keputusan publik.

Retret ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperkokoh peran lembaga legislatif daerah, serta menyelaraskan arah pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan kepemimpinan dan wawasan kebangsaan dengan pendekatan semi-militer.

Para peserta mengenakan seragam Komponen Cadangan (Komcad) dan mengikuti agenda yang menekankan disiplin, kebersamaan, serta integritas.

Bagi Magdalaina, forum tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menilai retret ini sebagai ruang pembelajaran sekaligus refleksi atas tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

“Sejak awal kami ditanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan integritas. Ini menjadi momen refleksi, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat,” ujarnya.

Interaksi dengan pimpinan DPRD dari berbagai daerah juga membuka perspektif baru, khususnya dalam memahami tantangan pembangunan di masing-masing wilayah.

“Banyak hal yang bisa dipelajari dari daerah lain. Ini penting untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah,” katanya.

Magdalaina bukan nama baru dalam politik lokal Kota Sabang. Ia telah tiga kali terpilih sebagai anggota dewan, sebuah capaian yang mencerminkan konsistensi sekaligus kepercayaan publik.

Kini, ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin DPRK Sabang, menembus dominasi politik yang selama ini didominasi laki-laki.

Perjalanannya tidak selalu mudah. Minimnya keterwakilan perempuan di parlemen masih menjadi tantangan. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi Magdalaina untuk terus menunjukkan kapasitasnya.

“Jumlah perempuan memang belum banyak, tetapi itu bukan alasan untuk tidak berperan. Justru di situ kita harus menunjukkan bahwa perempuan mampu dan siap memimpin,” ujarnya.

Ia menegaskan, jabatan yang diemban bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini menjadi pengingat bahwa jabatan bukan sekadar posisi, tetapi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan disiplin dan integritas,” tambahnya.

Magdalaina berharap pengalaman dari retret ini dapat diterjemahkan dalam kerja nyata di daerah, khususnya dalam mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Semoga ini menjadi energi baru untuk bekerja lebih baik dan menjaga integritas dalam setiap keputusan,” katanya.

Kehadiran Magdalaina di forum nasional ini mencerminkan semakin terbukanya ruang bagi perempuan dalam politik. Meski jumlahnya masih terbatas, partisipasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan mulai mengambil peran strategis dalam kepemimpinan dan pembangunan.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi