Katacyber.com | Badung – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih kini mengadopsi pendekatan berbasis Data Desa Presisi (DDP) untuk mewujudkan pengentasan kemiskinan dan pengangguran yang lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop UKM) Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, dalam kegiatan peluncuran di Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali. Selasa, (03/06/2025).
Menurut Ferry, gerakan koperasi ini akan semakin kuat apabila dikelola dengan dasar data yang ilmiah. “Gerakan Kopdes berbasis Data Desa Presisi akan menjadi lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di desa,” ujar Wamenkop.
Data Desa Presisi sendiri merupakan metode pendataan ilmiah yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), yang bertujuan memetakan kondisi riil, potensi, dan kebutuhan setiap desa dengan akurat.
Prof. Dr. Sofyan Sjaf, Penemu DDP sekaligus Rektor Universitas Nusa Galang, menyebutkan bahwa pendekatan ini tidak hanya mendukung pemberdayaan desa secara ilmiah, tetapi juga memperkuat gerakan koperasi nasional.
“DDP menjadi alat navigasi utama dalam menyusun arah pembangunan desa. Ini bukan hanya pendataan, tapi pendekatan ilmiah dalam membangun,” jelas Prof. Sofyan.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan para penggiat koperasi, sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun sistem koperasi yang berkelanjutan.
Langkah Kopdes Merah Putih ini dinilai sebagai bagian penting dari agenda reformasi koperasi di tingkat akar rumput, yang berbasis pada data dan sains untuk menjawab tantangan ketimpangan sosial di wilayah perdesaan.






















































Leave a Review