Katacyber.com | Meulaboh — Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) melontarkan kritik keras terhadap ketidakhadiran Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Siti Ramazan dari Fraksi partai PAN, dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di halaman kantor DPRK pada Senin (1/9).
Ketua LANA, Teuku Laksamana Jowa, menyebut absennya ketua DPRK sebagai bentuk nyata ketidakpedulian terhadap aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.
“Ini adalah bentuk ketidakresponsifan dan ketidakpedulian terhadap suara rakyat,” tegas Laksamana Jowa dalam pernyataan pers di Meulaboh, Selasa (2/9).
Aksi unjuk rasa yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu mengangkat isu-isu penting baik di tingkat nasional maupun lokal, termasuk persoalan kebijakan publik, dan pelayanan masyarakat. Namun, ketidakhadiran unsur pimpinan DPRK Aceh Barat membuat momen penyampaian aspirasi tersebut dinilai kehilangan efektivitasnya.
Menurut LANA, para wakil rakyat seharusnya hadir secara langsung untuk mendengar dan merespons suara konstituen, bukan justru menghindar dari dialog terbuka.
“Jika pimpinan DPRK saja tidak mau menemui rakyat yang datang dengan tertib dan damai, lalu kepada siapa lagi masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya?” ujar Jowa menambahkan.
LANA berharap ke depan Ketua DPRK Aceh Barat dan seluruh anggotanya dapat menunjukkan sikap yang lebih terbuka, responsif, dan bertanggung jawab terhadap aspirasi publik, khususnya dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang peduli terhadap kemajuan daerah.
Saat di konfirmasi, dan hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRK Aceh Barat, Siti Ramazan, belum memberikan tanggapan apapun. Pihak media masih menunggu tanggapan resmi dari ketua DPRK Aceh Barat terkait ketidakhadiran menemui peserta aksi di halaman gedung DPRK setempat pada, Senin(1/9) kemarin.


























































Leave a Review