Katacyber.com | Blangpidie — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi memulai tahapan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pencanangan kegiatan statistik sepuluh tahunan ini ditandai dengan pelaksanaan apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Abdya, Safaruddin, di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setdakab) Abdya pada Senin (15/6/2026).
Dalam amanatnya, Bupati Safaruddin menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar rutinitas pendataan administratif, melainkan sebuah investasi informasi yang sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan basis data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya. Setiap program pembangunan, mulai dari penguatan sektor usaha, iklim investasi, pemberdayaan UMKM, hingga perluasan lapangan kerja, membutuhkan data yang berkualitas agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat,” ujar Safaruddin.
Beliau memaparkan, berdasarkan rekam jejak Sensus Ekonomi tahun 2016, Kabupaten Abdya tercatat memiliki sekitar 12.097 unit usaha non-pertanian. Dari angka tersebut, lebih dari 99 persen didominasi oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang terbukti menjadi tulang punggung perekonomian dengan menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja.
Meskipun sektor usaha telah memberikan kontribusi besar, Safaruddin menilai transformasi ekonomi dalam satu dekade terakhir—seperti pesatnya perdagangan digital, ekonomi kreatif, dan layanan berbasis aplikasi—menuntut adanya pembaruan data secara komprehensif. Basis data yang merepresentasikan kondisi riil dunia usaha saat ini mutlak diperlukan oleh pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa keberhasilan SE 2026 yang akan berlangsung hingga Agustus mendatang tidak bisa hanya dibebankan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai instansi pelaksana.
“Kegiatan ini membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga media massa. Kami mengimbau masyarakat untuk menyambut para petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang valid, jujur, dan lengkap,” tambahnya.
Secara khusus, Safaruddin juga memberikan instruksi tegas kepada para petugas sensus di lapangan. Ia mengingatkan bahwa petugas adalah ujung tombak yang sangat menentukan kualitas data.
“Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, junjung tinggi integritas, kedepankan profesionalisme, dan jaga etika saat berkomunikasi dengan masyarakat. Dengan basis data yang akurat, kita akan memperkuat fondasi perencanaan pembangunan demi mewujudkan Aceh Barat Daya yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Safaruddin.
Pemerintah Kabupaten Abdya berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran seluruh tahapan Sensus Ekonomi 2026 guna memastikan tercapainya target pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.























































Leave a Review