Katacyber.com | Sabang – Pemerintah Gampong Cot Ba’u melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menggelar Pelatihan Pengembangan Desa Wisata pada 14–15 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara profesional dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan Cot Ba’u sebagai destinasi unggulan baru di Kota Sabang.
Pelatihan diikuti oleh 40 peserta, meliputi pengurus Pokdarwis, anggota PKK, pelaku UMKM, perwakilan pemuda dari tiap jurong, serta lembaga gampong seperti Koperasi Desa Merah Putih, BUMG, dan KIG Gampong Cot Ba’u.
Ketua Panitia, Arjuliadi, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan wisata.
“Berbicara soal wisata, yang utama adalah SDM pelaku wisata. Karena tanpa SDM yang siap dan terlatih, potensi wisata tidak akan berkembang optimal,” ujarnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, yang memberikan arahan dan dukungan penuh terhadap pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
Harry menegaskan pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menambah keterampilan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata di wilayah mereka.
“Pelatihannya memang dilaksanakan oleh Pemerintah Gampong Cot Ba’u. Mereka ingin membuat pelatihan yang terdiri dari Pokdarwis, UMKM, dan unit usaha rumah tangga agar skill-nya bertambah, sekaligus bisa mengelola destinasi wisata yang ada,” kata Harry.
Sementara itu, Pj Keuchik Gampong Cot Ba’u, Akmalun Nazri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menekankan bahwa pembentukan desa wisata harus dimulai dari kesiapan masyarakat dan pengelolanya, termasuk pemahaman terhadap potensi, kekuatan, kelemahan, dan peluang yang ada. “Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata,” tambahnya.
Akmalun juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Hari ini bukan hanya Pokdarwis sebagai penggeraknya, tapi juga diperlukan keterlibatan semua pihak untuk menjadikan Gampong Cot Ba’u sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Harry menambahkan bahwa Gampong Cot Ba’u memiliki sejumlah potensi wisata menarik, seperti Benteng Mateo, Taman I Love Sabang, dan Sunset Café, yang selama ini belum dikelola secara optimal.
“Destinasi-destinasi itu sebenarnya punya daya tarik, tapi pengelolaannya belum maksimal. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat bisa menghidupkannya kembali,” jelasnya.
Dinas Pariwisata Kota Sabang akan mendukung masyarakat dalam proses pengelolaan dan pengembangan destinasi, termasuk memfasilitasi pengalihan pengelolaan kawasan wisata agar dapat dikelola langsung oleh warga setempat. Selain itu, masyarakat juga didorong menciptakan peluang usaha baru, seperti toko souvenir dan fasilitas wisata, untuk meningkatkan pendapatan asli gampong.
“Harapannya, pelatihan ini bukan hanya soal teori, tapi membuka jalan agar potensi wisata Gampong Cot Ba’u benar-benar hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Harry.






















































Leave a Review