Katacyber.com | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR ) Aceh Barat membangun jalan Cot Murong-Seumuleng yang menghubungkan Kecamatan Woyla dan Bubon. Jalan ini dibangun menjadi solusi dan jalur alternatif bagi warga sekitar saat musim hujan kerap membuat ruas jalan Ateung Teupat terendah banjir.
Pembangunan ini dilakukan sebagai respon pemerintah daerah, atas keluhan yang menjadi aspirasi masyarakat selama ini kesulitan melintasi jalan Ateung Teupat yang merupakan jalur utama namun kerap terjadi banjir saat hujan lebat. Jalur tersebut sulit dilalui untuk pengguna sepeda motor akibat genangan air yang cukup tinggi dan menutupi badan jalan.
Akibatnya, dengan terpaksa warga selalu mengambil jalur nasional Meulaboh – Banda Aceh untuk menuju tujuannya, atau mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan jasa becak atau rakit angkutan sepeda motor agar bisa melalui genangan banjir tersebut.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, S.T., M.T., M.H.,IPM, ASEAN.Eng, melalui Kabid Jalan dan Jembatan Beni Hardi, menyampaikan bahwa proyek jalan alternatif ini merupakan bentuk respon pemerintah daerah dalam mengambil solusi untuk warga. Jalan ini juga sudah memenuhi spesifikasi teknis sesuai kebutuhan dilapangan sehingga sudah dapat dilalui.

Dikatakannya, jalan tersebut dibangun sepanjang 6.000 meter dengan lebar perkerasan dan kerikil untuk memastikan daya tahan bangun terhadap kondisi cuaca ekstrem atau banjir besar. Hal ini dilakukan guna memberikan bangunan yang mendukung sesuai kebutuhan dengan keadaan tertentu. Dengan demikian jalur yang dilalui sudah memenuhi standar.
“Ruas Ateung Teupat yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses atau jalur utama, saat ini masih dinilai rawan banjir. Hujan dalam beberapa waktu saja air cepat naik, sehingga dengan debit air yang tinggi, sepeda motor tidak bisa melintas tanpa bantuan becak, atau melalui jalan nasional yang sangat jauh. Hampir tiada ada pengendara sepeda motor yang bisa melalui jalur tersebut,” jelas Beni kepada Katacyber di Meulaboh, Rabu (14/8/2025).
Beni menjelaskan bahwa dengan adanya jalan Cot Murong-Seumuleng, warga kini memiliki akses akses yang lebih aman dan nyaman terutama saat musim hujan. Jalan ini diharapkan bisa mendukung aktivitas warga, terutama dalam mendukung kelancaran ekonomi dibidang pertanian dan perkebunan, layanan kesehatan, maupun pendidikan.
Lebih lanjut, pembangunan jalan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kabupaten Aceh Barat terutama di bawah kepemimpinan Bupati Tarmizi, untuk meningkatkan konektivitas antar gampong maupun kewilayahan serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, PUPR Aceh Barat juga berkomitmen untuk terus mempermudah masyarakat terutama dalam bidang pembangunan jalan.
“Pemerintah daerah dibawa pimpinan Bupati Aceh Barat, Tarmizi melalui Dinas PUPR mendengar dan sangat merespon warga. Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat tidak terganggu akibat kondisi jalan yang kerap dilanda banjir, semoga jalan ini bisa bermanfaat dan membantu serta dampak positif kepada warga Aceh Barat khususnya warga Kecamatan Woyla dan Bubon,” ungkapnya.
Pihaknya memastika bahwa, meskipun jalan alternatif sudah di bangun perbaikan ruas jalan Ateung Teupat tetap dilakukan. Namun, saat ini masyarakat sudah bisa melalui jalur baru di jalan Cot Murong – Seumuleng. “Harapannya masyarakat untuk berhati-hati melalui jalan ini, dikarenakan jalan belum memiliki aspal. Dengan hadirnya jalan alternatif baru bisa memberikan keleluasaan untuk warah dalam beraktivitas,” pungkasnya.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Kecamatan Woyla dan Bubon sangat menyambut baik kehadiran jalur alternatif di Cot Murong-Seumuleng, masyarakat meras terbantu dengan jalan tersebut. Warga juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah daerah yang telah mempermudah warga dalam beraktivitas terutama kepada petani. (*)
























































Leave a Review