Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi ke Dua, 6 Tuntutan Massa di Serahkan ke Wakil Rakyat 

Katacyber.com | Meulaboh – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Barat Selatan Aceh kembali menggelar Aksi Unjuk Rasa (AUR) Jilid II di depan Kantor DPRK Aceh Barat, tepatnya di Simpang Pelor pada, Senin (08/09/2025). Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang digelar pada 1 September, yang sempat diwarnai ketegangan dengan aparat keamanan.

Ratusan massa aksi berkumpul dengan semangat yang sama, menuntut perubahan konkret dari pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam isu pemberantasan korupsi, keadilan perpajakan, dan reformasi institusi negara.

Saat diwawancarai, Putra Rahmat, Koordinator aliansi menyampaikan bahwa aksi hari ini berjalan lebih kondusif, dengan kehadiran langsung Ketua DPRK Aceh Barat yang menyatakan dukungannya terhadap tuntutan yang dibawa. Massa juga menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak berhenti di tingkat daerah, melainkan akan terus dikawal hingga ke pembahasan tingkat nasional.

Enam Tuntutan Utama Massa Aksi:

1. Sahkan RUU Perampasan Aset — Mendesak pengesahan undang-undang yang memungkinkan negara menyita aset hasil kejahatan korupsi secara lebih efektif.

2. Reformasi Perpajakan yang Lebih Adil — Menyusun sistem perpajakan yang berpihak pada rakyat kecil dan menutup celah bagi penghindaran pajak.

3. Bersihkan dan Reformasi DPR Secara Besar-Besaran — Mendorong perombakan menyeluruh terhadap lembaga legislatif guna mengembalikan kepercayaan publik.

4. Reformasi Total POLRI — Mengevaluasi sistem rekrutmen dan kinerja kepolisian agar lebih profesional dan berpihak pada rakyat.

5. Hentikan Reprensifitas Aparat POLRI — Menuntut penghentian tindakan kekerasan terhadap massa aksi serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan dari pihak aparat.

6. Bebaskan Massa Aksi yang Ditahan di Seluruh Indonesia — Menyerukan pembebasan seluruh peserta aksi yang masih ditahan tanpa alasan hukum yang jelas.

Aliansi menegaskan bahwa DPRK telah merespons tuntutan mereka dan diberikan waktu selama satu minggu untuk menunjukkan langkah konkret. Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada tindak lanjut serius, massa mengancam akan kembali turun ke jalan dalam aksi lanjutan yang lebih besar.

“Kami tidak ingin janji-janji kosong. Ini adalah perjuangan yang sudah kami gaungkan sejak bertahun-tahun lalu. Jangan salahkan kami jika nanti kami kembali turun dengan kekuatan yang lebih besar,” tegas Putra Rahmat.

Aksi hari ini menjadi bukti bahwa semangat reformasi dan keadilan masih hidup di tengah masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa dan pemuda Aceh yang terus konsisten mengawal isu-isu kebangsaan. (*)

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi