Katacyber.com | Banda Aceh – Ketua HMI Komisariat Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry, Maulana Iqbal, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencoret nama Tito Karnavian dari Jabatan Mendagri. Iqbal menegaskan, Tito tidak becus menyelesaikan persoalan sengketa Pulau 4 antara Aceh dan Sumatera Utara, dan akibatnya telah mempermalukan Prabowo di mata rakyat Aceh. Selasa, (10/06/2025)
Iqbal menyebut hilangnya status administratif Pulau 4 dari wilayah Aceh Singkil sebagai bukti nyata kelalaian Mendagri yang fatal dan memalukan. Ia menyatakan bahwa hal ini adalah bentuk pelecehan terhadap kedaulatan wilayah Aceh yang tidak bisa dimaafkan.
“Pulau 4 itu jelas-jelas milik Aceh. Tapi di bawah kepemimpinan Tito sebagai Mendagri, pulau itu malah jatuh ke Sumut. Ini bukan hanya soal teknis administrasi ini pengkhianatan terhadap Aceh. Tito tidak becus, tidak mampu mempertahankan batas wilayah, dan tidak layak lagi menjabat menteri,” tegas Iqbal.
Ia menambahkan, mempertahankan Tito dalam struktur pemerintahan yang sama saja dengan mencoreng harapan rakyat yang memilih Prabowo demi perubahan dan ketegasan.
“Jika Prabowo ingin menunjukkan komitmennya kepada rakyat, maka langkah pertama adalah memastikan Tito tidak ada dalam kabinet. Jangan beri ruang bagi orang yang gagal dan pengecut,” lanjut Iqbal.
Iqbal menutup pernyataannya dengan harapan besar agar Presiden Prabowo benar-benar menjadi pemimpin yang tegas, adil, dan berpihak pada daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan.
“Kami percaya Prabowo bisa membawa perubahan. Tapi perubahan itu harus dimulai dari memilih orang-orang yang berintegritas, bukan mereka yang telah mengecewakan rakyat,”
pungkasnya.





















































Leave a Review