Katacyber.com | Fakfak 19 — Upaya memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal di Kawasan Transmigrasi Bomberay–Tomage terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak bersama Tim Ekspedisi Patriot di Distrik Tomage. Rabu (19/08/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membangun sinergitas antara pemerintah daerah dan Tim Ekspedisi Patriot, khususnya dalam memetakan potensi pertanian, peternakan, ketahanan pangan, serta peluang pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Tomage.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Sholeh, S.Hut., turut memberikan pemaparan mengenai arah kebijakan dan program pembangunan sektor pertanian daerah. Pembahasan diarahkan agar program yang dirancang di tingkat kawasan dapat memiliki keterkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Secara kebijakan, sektor pertanian memang menjadi salah satu sektor prioritas Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah menyebut sejumlah wilayah, termasuk Distrik Tomage dan Bomberay, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian, tanaman pangan dan hortikultura.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot memaparkan program kerja dan hasil pengamatan lapangan yang menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan secara lebih terintegrasi. Pemaparan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga melihat keterhubungan antara potensi sumber daya, kelembagaan masyarakat, pengembangan komoditas, akses pasar, hingga keberlanjutan program.
Sinergitas tersebut dinilai penting mengingat pengembangan kawasan tidak dapat hanya bertumpu pada satu sektor. Pertanian, peternakan, kelembagaan ekonomi masyarakat, infrastruktur pendukung, sumber daya manusia dan akses pemasaran perlu ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan yang saling terhubung.
Tomage sendiri memiliki posisi strategis dalam pengembangan kawasan pertanian di Fakfak. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Fakfak, Distrik Tomage dalam Angka memuat data mengenai kondisi geografis, pemerintahan, kependudukan, sosial, kesejahteraan, pertanian, perdagangan, transportasi dan komunikasi yang dapat menjadi salah satu basis informasi dalam perencanaan pembangunan kawasan.
Penguatan sektor pertanian di Tomage juga memiliki relevansi dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang saat ini mendorong pengembangan komoditas berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Muhammad Sholeh sebelumnya menyampaikan bahwa pengembangan pertanian diarahkan melalui konsep perwilayahan komoditas, sehingga setiap wilayah dapat difokuskan pada komoditas yang sesuai dengan potensinya.
Arah tersebut membuka ruang bagi hasil kajian dan pemetaan Tim Ekspedisi Patriot untuk dikoneksikan dengan kebijakan daerah. Dengan demikian, program yang dirancang tidak berhenti pada tahap identifikasi masalah dan potensi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang lebih aplikatif bagi masyarakat.
Potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun sistem ekonomi kawasan yang lebih terintegrasi. Pengembangan peternakan tidak hanya dipandang dari sisi peningkatan populasi ternak, tetapi juga perlu dikaitkan dengan ketersediaan pakan, pengelolaan kesehatan ternak, kelembagaan peternak, akses sarana produksi, serta pemasaran.
Di sisi lain, penguatan pangan lokal juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pada 2026, Muhammad Sholeh menyampaikan bahwa komoditas strategis seperti padi, jagung dan sayuran menjadi bagian dari fokus program ketahanan pangan daerah. Pemerintah daerah juga mendorong pemetaan komoditas berdasarkan potensi wilayah masing-masing.
Kebijakan tersebut dapat menjadi titik temu dengan agenda Ekspedisi Patriot dalam mendorong pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Pendekatan berbasis kawasan memungkinkan berbagai potensi yang selama ini berjalan secara sektoral untuk dipetakan dan dihubungkan dalam satu ekosistem pembangunan.
Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak dengan Tim Ekspedisi Patriot juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan tim pendamping atau perancang pembangunan. Pemerintah memiliki kewenangan dan instrumen kebijakan, sementara tim di lapangan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi faktual, kebutuhan masyarakat dan peluang pengembangan yang ditemukan selama proses ekspedisi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi pembangunan yang tidak hanya berbasis dokumen, tetapi juga berangkat dari kondisi nyata masyarakat di kawasan Bomberay–Tomage.
Sebelumnya, Tim Ekspedisi Patriot juga telah melakukan berbagai kegiatan penggalian data dan dialog dengan masyarakat di Tomage. Salah satu kajian yang telah diberitakan pada 2025 membahas potensi komoditas pertanian serta rantai nilai dari produksi hingga pemasaran. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan potensi komoditas seperti padi, jagung, sayuran, kelapa, rambutan, kopi dan lada.
Kajian lain di kawasan Bomberay–Tomage juga menyoroti sagu sebagai salah satu komoditas lokal yang memiliki peluang dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi kawasan membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan komoditas unggulan spesifik lokasi sekaligus kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemaparan program kerja dalam pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari proses menyatukan hasil pengamatan Tim Ekspedisi Patriot dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Ke depan, sinergitas antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak dengan Tim Ekspedisi Patriot diharapkan dapat memperkuat pemetaan potensi, penyusunan rekomendasi program, pendampingan masyarakat serta pengembangan komoditas yang memiliki prospek ekonomi.
Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pembangunan kawasan yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi memastikan masyarakat menjadi bagian utama dari proses pembangunan. Penguatan kelompok tani dan peternak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, penguatan rantai pasok serta pembukaan akses pasar menjadi elemen penting agar potensi Tomage dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan potensi lahan, pertanian, peternakan dan pangan lokal yang dimiliki kawasan Bomberay–Tomage, sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu menjadi jembatan antara potensi yang ada di lapangan dengan kebijakan pembangunan.
Pertemuan tersebut pada akhirnya bukan sekadar agenda koordinasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan arah: bagaimana potensi kawasan dapat dikelola secara terencana, masyarakat diperkuat sebagai pelaku utama, dan pembangunan Bomberay–Tomage dapat memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Fakfak.



























































Leave a Review