Katacyber.com | Aceh Barat Daya – Suasana duka yang menyelimuti lokasi kecelakaan maut antara truk hauling bijih besi milik PT Leuser Karya Tambang (LKT) dan sebuah becak motor di Desa Alue Jereujak, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mendadak memanas. Di tengah upaya peliputan tragedi yang merenggut nyawa Rizki Wahyudi (32), warga Desa Pantee Rakyat, seorang jurnalis justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat menjalankan tugasnya di lapangan. Jumat, (27/03/2026).
Peristiwa tersebut dialami Teuku Rahmat, wartawan yang bertugas di Abdya. Saat berupaya mendokumentasikan dan menggali informasi di lokasi kecelakaan, ia didatangi seorang pria yang mengaku sebagai keluarga sopir truk. Dengan nada tegas, pria tersebut berupaya menghalangi aktivitas peliputan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Apa foto-foto. Ini dari pihak keluarga. Tolong jangan dinaikkan ke berita,” ucap pria tersebut, sebagaimana terekam dalam video yang diambil oleh jurnalis di lokasi.
Situasi yang semula penuh keprihatinan berubah menjadi tegang. Di tengah sorotan lampu kendaraan dan kerumunan warga yang masih terpukul atas kejadian tersebut, upaya pembatasan informasi mulai terasa.
Namun, Teuku Rahmat tetap bersikap profesional. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan menjalankan tugas jurnalistik sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.
“Saya ke lokasi untuk menjalankan tugas jurnalistik, namun saya dihadang dan dilarang mengambil dokumentasi serta menaikkan berita. Ini dilakukan oleh seorang pria yang mengaku keluarga dari sopir truk,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadirannya di lapangan semata-mata untuk menyampaikan fakta kepada publik, terlebih peristiwa tersebut sudah menjadi perhatian masyarakat luas.
Setelah menjelaskan hal tersebut, wartawan salah satu media nasional itu melanjutkan tugasnya dan meninggalkan area parkir truk yang terlibat kecelakaan, agar situasi tidak semakin memanas.
“Saya juga sempat menyampaikan bahwa kerja jurnalistik dilindungi undang-undang dan merupakan bagian penting dari kontrol sosial, terutama dalam peristiwa yang menyangkut keselamatan publik,” tegasnya.
Insiden penghalangan ini menambah catatan serius di balik tragedi kecelakaan yang terjadi. Tidak hanya menyisakan duka bagi korban dan keluarga, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang penghormatan terhadap kebebasan pers di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden penghalangan tersebut. Aparat diharapkan dapat memastikan situasi tetap kondusif serta menjamin jurnalis dapat menjalankan tugasnya tanpa intimidasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah situasi krisis sekalipun, akses terhadap informasi yang akurat dan independen tetap harus dijaga tanpa tekanan, tanpa halangan.





















































Leave a Review