Katacyber.com | Aceh Barat Daya – Pondok Pesantren Jabal Nur Jadid Gampong Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) yang berlangsung di Poge Cafe, kawasan Masjid Agung Baitul Ghafur, Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, S.Sos., M.S.P., tersebut juga dirangkai dengan penutupan program Daurah Tahfidz Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini menjadi pelaksanaan keempat sejak program tersebut digelar.
Pimpinan Dayah Jabal Nur Jadid, Abi Supardi DW mengatakan, program daurah tahfidz ramadhan berlangsung selama 10 hari dengan jumlah peserta terbatas sebanyak 105 santri dan santriwati.
“Tahun ini adalah tahun keempat pelaksanaan daurah tahfidz ramadhan. Alhamdulillah, selama 10 hari pelaksanaan para santri dan santriwati memaksimalkan waktu untuk menghafal Al-Qur’an. Bahkan beberapa peserta mampu menyelesaikan hafalan hingga empat juz,” kata Abi Supardi.
Supardi menyebutkan, sekitar 90 persen peserta berhasil mencapai target hafalan yang telah ditetapkan oleh dewan guru. Capaian tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi pihak dayah untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan tahfidz di masa mendatang.
Sebelum waktu berbuka puasa tiba, para santri dan santriwati juga melakukan aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat yang melintas di depan Masjid Agung Baitul Ghafur. Masyarakat tampak antusias menerima takjil yang dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.
Menurutnya, kehadiran Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut menambah semangat serta menjadi motivasi tersendiri bagi para santri dan santriwati.
“Kehadiran Bapak Wakil Bupati menambah semangat dan menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak kami. Ini menjadi penyempurnaan dari seluruh rangkaian kegiatan daurah tahfidz ramadhan tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap momentum kebersamaan tersebut dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dayah, sekaligus mendorong lahirnya generasi Qurani di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Sementara itu, Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli mengapresiasi empat orang santri yang mampu menyelesaikan hafalan empat juz Al-Qur’an dalam kurun waktu 10 hari.
“Kami sebagai orang tua begitu bangga dan sangat mengapresiasi anak-anak kami yang telah mampu menyelesaikan hafalan empat juz dalam waktu 10 hari,” ucapnya.
Zaman Akli menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga dan pemerintah daerah, karena harapan untuk melahirkan generasi tahfidz sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh pondok pesantren.
“Kita berharap ke depan Abdya akan semakin banyak melahirkan para tahfidz, karena dengan banyaknya penghafal Al-Qur’an tentu akan membawa manfaat luas, mulai dari keberkahan spiritual, peningkatan akhlak sosial hingga dampak positif bagi kecerdasan generasi muda,” katanya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa bersama dan diskusi santai antara pihak dayah dengan pemerintah daerah terkait pengembangan pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Aceh Barat Daya.



























































Leave a Review