Katacyber.com | Aceh Tamiang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemanusiaan dari Kelompok 6 Desa Raja Tuha dan Kelompok 3 Desa Tanjung Neraca melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Babo pada Minggu (18/01/2026). Kegiatan tersebut meliputi pembangunan MCK (mandi, cuci, kakus), pembagian sembako, jajanan, serta pampers untuk anak-anak terdampak banjir.
KKN Kemanusiaan ini merupakan kolaborasi lintas kampus yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Samudra, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kehadiran mahasiswa di Desa Babo menjadi bagian dari upaya nyata membantu masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Keberangkatan mahasiswa ke Desa Babo turut didukung penuh oleh pihak kampus, khususnya Universitas Samudra, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Dr. Basyarudin Acha, S.Pd., M.Pd., AIFO, yang di kenal akrab pak Acha, mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi langsung melihat dan membantu kondisi masyarakat di lokasi terdampak. Pembuatan MCK menggunakan bahan dan perlengkapan yang dibawa langsung oleh mahasiswa. Seluruh kebutuhan material serta pembiayaan kegiatan diberikan oleh pihak kampus sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program Unsam Peduli dan KKN Kemanusiaan yang berkolaborasi dengan beberapa kampus di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk terus bergerak memberikan kontribusi nyata di tengah situasi yang memprihatinkan.
Setibanya di Desa Babo, rombongan mahasiswa disambut pemandangan yang menggugah hati. Kondisi desa terlihat sangat memprihatinkan. Rumah-rumah warga banyak yang hancur akibat terjangan banjir. Dinding yang roboh, atap yang hanyut, hingga bangunan yang rusak parah menjadi pemandangan sehari-hari. Debu dan lumpur kering masih tampak di berbagai sudut desa. Bahkan, terdapat rumah yang terseret arus hingga menimpa rumah lainnya. Kayu-kayu balok berserakan di berbagai titik, menjadi saksi dahsyatnya bencana yang melanda.
Fasilitas umum pun tidak luput dari kerusakan. Beberapa bangunan terlihat retak dan tidak lagi layak digunakan. Kondisi ini semakin mempertegas urgensi bantuan, terutama dalam penyediaan fasilitas sanitasi yang layak bagi warga. Oleh karena itu, pembangunan MCK menjadi salah satu fokus utama kegiatan mahasiswa pada hari tersebut. Dengan semangat gotong royong, mahasiswa bersama warga setempat mulai membersihkan lokasi dan mempersiapkan proses pembangunan.
Selain pembangunan MCK, kegiatan sosial berupa pembagian sembako juga dilakukan. Mahasiswa mendatangi warga dan menyalurkan bantuan secara langsung. Sembako yang dibagikan diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tak hanya itu, jajanan dan pampers juga dibagikan kepada anak-anak dan keluarga yang memiliki balita.
Momen yang paling menyentuh terjadi ketika anak-anak berlari mendekati rombongan mahasiswa. Dengan wajah penuh harap, mereka menyambut kedatangan para relawan muda tersebut. Sebagian anak tampak antusias melihat kantong-kantong bantuan yang dibawa. Bagi mereka, sekadar jajanan kecil sudah menjadi kebahagiaan tersendiri di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi. Senyum dan tawa anak-anak itu menjadi penguat semangat bagi mahasiswa untuk terus berbagi.
Warga Desa Babo pun menunjukkan rasa syukur dan kebahagiaan atas kedatangan mahasiswa KKN Kemanusiaan. Mereka menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan harapan baru di tengah keterbatasan. Interaksi hangat antara mahasiswa dan masyarakat menciptakan suasana kebersamaan yang menguatkan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas kampus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak bencana. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori di bangku perkuliahan, tetapi juga terjun langsung memahami realitas sosial dan kondisi kemanusiaan yang sesungguhnya. Pengalaman di Desa Babo menjadi pelajaran berharga tentang empati, kepedulian, dan pentingnya solidaritas.
Melihat kondisi kerusakan yang cukup parah, mahasiswa menyadari bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Bantuan yang diberikan mungkin belum mampu sepenuhnya mengembalikan kondisi seperti sediakala, namun setidaknya dapat menjadi langkah awal dalam proses pemulihan.
Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu kepedulian yang lebih luas, baik dari pemerintah, lembaga, maupun masyarakat umum, untuk bersama-sama membantu Desa Babo bangkit dari keterpurukan. Doa dan harapan turut dipanjatkan agar kondisi Aceh segera pulih sepenuhnya dari dampak bencana, termasuk Desa Babo yang hingga kini masih berjuang memperbaiki kehidupan warganya.
Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong terus terjaga, serta menjadi kekuatan bagi masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit. Kegiatan KKN Kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kenangan tentang kepedulian dan solidaritas yang menguatkan hati.
Penulis: Sovia Cahya
Copyright © KATACYBER 2026






















































Leave a Review