Katacyber.com | Meulaboh — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat melakukan rehabilitasi jembatan gantung di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen. Perbaikan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi jembatan sebagai akses utama penghubung antardesa yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.
Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat terutama pada lantai besi yang telah keropos dan berlubang akibat usia pemakaian. Kondisi semakin membahayakan karena jaring kawat di sisi kiri dan kanan jembatan juga telah berkarat bahkan nyaris putus, sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi warga yang melintas, baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor.
Plt Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beny Hardi menjelaskan bahwa setelah dilakukan survei lapangan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat melakukan penanganan. Perbaikan difokuskan pada penggantian lantai jembatan dari besi lama yang rusak dengan material besi baru yang lebih kuat dan aman.
Selain penggantian lantai, lanjut Beny, pihaknya juga memperbarui jaring pengaman jembatan yang telah berkarat. “Langkah ini penting untuk menjamin kekuatan struktur jembatan sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat yang melintas setiap hari,” ujarnya.
“Alhamdulillah, saat ini pekerjaan rehabilitasi jembatan gantung Desa Lawet sedang berlangsung dan telah memasuki tahap pengelasan lantai pabrikasi besi. Kami menargetkan pekerjaan ini rampung dalam waktu dekat,” kata Beny Hardi, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi satu-satunya akses penghubung bagi beberapa desa di wilayah pedalaman Pante Ceureumen. Dengan selesainya perbaikan, mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta akses pendidikan dan kesehatan diharapkan kembali normal dan lebih lancar dari sebelumnya.
Beny juga menambahkan bahwa rehabilitasi ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam meningkatkan infrastruktur dasar di wilayah terpencil. PUPR akan terus memantau kondisi jembatan secara berkala agar keberlanjutan fungsi infrastruktur tetap terjaga dalam jangka panjang.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau masyarakat Desa Lawet dan sekitarnya agar bersama-sama menjaga serta merawat jembatan setelah selesai diperbaiki. “Kami berharap masyarakat ikut memelihara fisik jembatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih lama dan berkelanjutan,” tutupnya.
Masyarakat Desa Lawet menyambut baik langkah cepat yang dilakukan PUPR Aceh Barat tersebut. Selama ini warga mengaku waswas setiap kali melintasi jembatan, terlebih saat membawa hasil kebun dan kebutuhan pokok. Kehadiran jembatan yang lebih kokoh dinilai akan sangat membantu peningkatan ekonomi warga, karena akses transportasi menuju pusat kecamatan dan pasar menjadi lebih mudah dan aman.



























































Leave a Review