Katacyber.com | Sabang – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) yang menggelar sosialisasi penanaman padi gogo di tiga kecamatan pada 17–18 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 65 petani sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arahman, menyebutkan bahwa inisiatif tersebut menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi lokal berbasis pertanian. Ia menilai, padi gogo varietas Inpago 13 Fortis yang diperkenalkan dalam sosialisasi itu merupakan pilihan tepat untuk kondisi lahan kering di Sabang.
“Langkah ini harus kita kawal bersama. Program padi gogo bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang membangun kemandirian pangan di daerah yang selama ini bergantung pasokan luar,” ujar Albina, Kamis (18/9/2025).
Menurut Albina, DPRK Sabang akan terus mendorong pemerintah agar memberikan pendampingan intensif bagi petani, mulai dari tahap tanam hingga pascapanen. Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran serta kebijakan yang berpihak pada petani.
“Kita ingin petani Sabang tidak hanya menanam, tapi juga mendapatkan hasil ekonomi yang layak. Karena itu, DPRK siap mendukung dari sisi kebijakan dan pengawasan agar program ini berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Distanpangan Kota Sabang, Hendri Supriyetno, menjelaskan kegiatan hari pertama digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Payaseunara, diikuti 40 petani dari Kecamatan Sukamakmue dan Sukakarya. Hari kedua, 25 petani dari Kecamatan Sukajaya mengikuti sosialisasi di BPP Balohan.
Sosialisasi ini memberikan pemahaman teknis terkait penggunaan benih Inpago 13 Fortis, pengolahan lahan, serta strategi pengendalian hama terpadu. Para petani juga akan mendapatkan pendampingan hingga masa panen.
“Dengan adanya program ini, kita berharap petani bisa lebih siap mengelola lahan kering secara optimal, sehingga produktivitas meningkat,” ujar Hendri.
DPRK Sabang menilai bahwa pengembangan padi gogo menjadi solusi atas keterbatasan lahan sawah di Sabang sekaligus upaya strategis dalam memperkuat sistem pangan lokal.
“Kalau sektor pertanian bisa tumbuh di tengah keterbatasan lahan, ini akan menjadi sejarah baru bagi Sabang. Kita ingin Sabang dikenal bukan hanya karena wisatanya, tapi juga karena ketahanan pangannya,” tutup Albina.






















































Leave a Review