Katacyber.com | Jakarta – Langkah tegas Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam membongkar praktik pengoplosan beras membuahkan hasil positif bagi pedagang di pasar tradisional. Operasi bersama Satgas Pangan Mabes Polri ini dilakukan pada 5–6 Agustus 2025, dan langsung berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk beras yang dijual di pasar rakyat. Kamis, (07/08/2025)
Di berbagai daerah, seperti Pasar Untung Suropati di Bandar Lampung dan Pasar Leuwiliang di Bogor, para pedagang mengaku mengalami lonjakan pembeli yang cukup signifikan sejak pengungkapan kasus tersebut.
Menurut pengakuan para pedagang, masyarakat kini kembali berbondong-bondong membeli beras di pasar tradisional karena menilai kualitasnya lebih terjamin dan merasa lebih aman dibandingkan beras yang dijual di ritel modern.
“Dampaknya langsung terasa. Setelah ada tindakan dari pemerintah, pembeli jauh lebih ramai dan mereka jadi lebih percaya dengan beras yang kami jual,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Leuwiliang.
Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat Menteri Pertanian. Menurut mereka, langkah tersebut telah berhasil mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional.
“Ini bukan hanya penegakan hukum, tapi juga bentuk keberpihakan pada pedagang kecil dan perlindungan terhadap konsumen,” ungkap perwakilan APPSI dalam keterangannya kepada media.
Kebijakan ini diharapkan dapat berlanjut dengan pengawasan ketat terhadap distribusi dan kualitas pangan nasional, serta menguatkan kembali peran strategis pasar tradisional sebagai penyangga ekonomi rakyat.
























































Leave a Review