Katacyber.com ǀ Tangerang – PT. Sumber Jaya Kelola Indonesia (PT SJKI) me-reconcept Pasar Modern Graha Raya. Program re-concept tersebut merupakan inovasi baru yang direncanakan untuk Pasar Modern Graha Raya, Selasa, (25/02/2025). Pasar Modern (Pasmod) berlokasi di Jalan Boulevard Graha Raya, RT 002 RW 010, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Program tersebut bertujuan untuk menghadirkan pasar yang lebih modern dan terintegrasi, sedangkan kebutuhan tersebut mencakup empat poin utama yaitu: (1).Integration & Synergy; Penggabungan pasar tradisional dan modern serta area bermain.(2). Automotive Accessories Centre; Pusat aksesoris otomotif. (3). Culinary Special; Area khusus kuliner. (4). Service Centre; Pusat layanan.
Sementara itu, terdapat persoalan lain muncul di saat pekerjaan tengah berlangsung dalam revitalisasi konsep pasar. Persoalan tersebut di ataranya yaitu terdapat satu kios tertimpa bahan material produksi pada Senin (17/2/2025), sehingga membuat kebocoran atap kios milik satu pedagang pasar di dalam kios KE-08z.
Saat dikonfirmasi kepada pengelola Pasar Modern Bintaro yang akrab disapa Pak Dwi, terkait hal tersebut, dia menyebut telah membangun komunikasi dengan pihak yang merasa dirugikan.
“Sebetulnya tim kita sudah komunikasi dengan pemilik dan kita bukan tidak bertangung jawab, pastikan perlu proses dan saya sudah buat janji dengan pemilik ketemu hari senin pagi, karena saya baru selesai tindakan operasi usus buntu,” ucap Dwi Soepijanto saat itu melalui pesan WhatsApp, Jumat 21 Pebruari 2025
Selanjutnya, dengan beredarnya video terkait terjadinya kerusakan yang dialami kios KE-08z telah mendapat kesepakatan kepada pihak terkait dengan dijaminkan akan menggantikan kerugian yang diakibatkan kecolongan pekerja. Upaya ganti rugi tersebut dilakukan oleh pengelola pasar modern Bintaro yaitu atas nama Dwi Soepijanto.
Seperti dikabarkan sebelumya, peristiwa rusaknya produk-produk milik kios KE-08z di pasar modern Bintaro sempat viral di media sosial pada pekan lalu (17/2), dan satu toko milik kios KE-08z ketiban air dan plafon jebol, hingga produk rusak akibat pekerjaan talang air oleh pengelola. Kini plafon sudah diperbaiki dan produk yang rusak telah tergantikan.
Sebelumny, seperti dilansir dari tangselOke.com, berdasarkan analisa data dan riset, tantangan utama yang dihadapi dari pasar modern Bintaro adalah rendahnya tingkat occupancy ruko dan kios, serta karakteristik konsumen area Graha Raya yang berbeda.
Selain itu, pandemi COVID-19 yang berkepanjangan juga mempengaruhi kondisi pasar, ruang lapak basah akan diubah menjadi ruang kaca ber-AC, dengan pusat kuliner di sekitarnya. Tingkat keberhasilan re-concept diperkirakan mencapai 90%, namun perlu kehati-hatian dan kecermatan pelaksanaan.
Terkait itu, pengelola pasar Dwi Soepijanto menjelaskan bahwa area automotive accessories centre saat ini sudah mencai 75% penuh dan beroperasi. Kios di bagian dalam yang berdekatan akan dimaksimalkan juga untuk aksesoris otomotif.
Hingga berita ini dinaikkan, persoalan yang diakibatkan human eror dalam pekerjaan tersebut berakhir damai, dan telah berlangsung baik antara pemilik kios dan pengelolaan Pasar Modern Bintaro Regency. [D]



























































Leave a Review