Tanggapi Pernyataan PB IPELMAJA Terkait Proyek Pencitraan, Maulana Iqbal Sebut Itu Pernyataan Keliru

Katacyber.com | Calang – Pernyataan Pengurus Besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Jaya (PB IPELMAJA) yang menilai pembangunan di Aceh Jaya sebagai bentuk pencitraan menuai tanggapan dari sejumlah kalangan.
Rabu, (08/10/2025).

Salah satunya datang dari Maulana Iqbal, mantan Ketua Mahasiswa Kecamatan Panga dan mantan Ketua HMI Komisariat Ushuluddin, yang menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan kurang mendukung pemerintah daerah.

Menurut Maulana, kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya, Safwandi dan Muslem D, merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. Karena itu, langkah-langkah pembangunan yang telah berjalan perlu diapresiasi.

“Salah besar jika pembangunan di Aceh Jaya disebut pencitraan. Salah satu program yang sedang berjalan adalah pembangunan fasilitas pendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan digelar di Aceh Jaya tahun 2026. Ini bukti nyata kerja pemerintah untuk kemajuan daerah,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, meski masa kepemimpinan pasangan Safwandi–Muslem D belum genap setahun, pemerintah daerah telah menunjukkan kinerja yang aktif dan responsif. Sejumlah program dari pemerintah pusat juga terus dijemput untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Maulana menilai bahwa mahasiswa, khususnya yang mengatasnamakan PB IPELMAJA, seharusnya memberikan dukungan moril kepada pemerintah daerah, bukan justru melontarkan kritik tanpa dasar yang jelas.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan harusnya menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah, bukan sekadar menyampaikan pendapat yang keliru dan malah menghambat progres pembangunan,” tambahnya.

Menurutnya, kritik yang membangun tentu dibutuhkan, namun harus disampaikan berdasarkan data dan analisis yang objektif, bukan sekadar opini yang dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“PB IPELMAJA harusnya hadir sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sekadar pihak yang melontarkan tudingan tanpa dasar. Kritik memang perlu, tapi harus disertai solusi dan kajian yang matang,” tegas Maulana.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat diukur dari satu sektor semata, melainkan harus dilihat secara menyeluruh mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, pertanian, hingga pelayanan publik.

“Bupati dan jajaran pemerintah Aceh Jaya sudah menunjukkan komitmen membangun daerah secara bertahap dan terarah. Ini bukan soal pencitraan, tapi bagian dari tanggung jawab terhadap rakyat,” tutupnya.

KataCyber adalah media siber yang menyediakan informasi terpercaya, aktual, dan akurat. Dikelola dengan baik demi tercapainya nilai-nilai jurnalistik murni. Ikuti Sosial Media Kami untuk berinteraksi